Praktek Mahasiswa Manajemen Pariwisata STP Riau: Eksplorasi Adab Makan Dan Budaya Melayu

Kontributor: Zuan

 

Bekaespedia.com. Pekanbaru_Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau menggelar praktek gabungan mahasiswa semester 3 dan 5 Program Studi Manajemen Pariwisata di Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru yang terletak di Jalan Senapelan No. 53, Kp. Bandar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa tentang budaya Melayu Riau yang menjadi salah satu kekayaan budaya penting dalam industri pariwisata.

Dalam kata sambutannya, Ketua Program Studi Manajemen Pariwisata Hj. Risna Yanti, S.Sos., M.Par., menekankan pentingnya etika adab dan beradab bagi mahasiswa sebagai calon insan pariwisata. Menurutnya, pariwisata tidak hanya tentang pengetahuan teknis, tetapi juga tentang bagaimana berinteraksi dengan berbagai latar belakang budaya dengan hormat dan sopan. “Sebagai calon profesional pariwisata, kalian harus menjadi duta budaya yang mampu menunjukkan sikap yang baik dan menghormati nilai-nilai setiap komunitas yang kalian kunjungi,” ungkap Hj. Risna.

Tanggapan Dosen Pengampu Mata Kuliah

Chef Ari Sanyi, S.ST. (Mata Kuliah Wisata Budaya & Gastronomi) Menyebutkan bahwa penjelasan tentang kuliner Melayu Riau memberikan wawasan berharga untuk mengembangkan produk gastronomi wisata yang otentik.

Annisa Rizki Ananda, S.Hum., M.Par. (Mata Kuliah Bahasa Inggris Profesi II) Mengemukakan bahwa pengetahuan budaya Melayu Riau akan membantu mahasiswa dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing dengan lebih tepat dan penuh rasa hormat.

Kegiatan diisi oleh dua pemateri ahli yang membahas berbagai aspek budaya Melayu Riau Puan Syam Bakar Thamrin (Penyelaras Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

Dia menjelaskan tentang aturan adat budaya Melayu Riau secara umum dan daya tarik kuliner Melayu Riau yang menjadi daya tarik wisata lokal. Materi ini membantu mahasiswa memahami konteks budaya yang mendasari serta potensi kuliner sebagai produk pariwisata.

Puan Niken Muchtar OK (Majelis Kerapatan Adat)

Puan Niken membahas praktek tata cara makan adab beradat Melayu Riau secara langsung. Dia juga menjelaskan perbedaan cara duduk bersila antara laki-laki dan perempuan, serta pentingnya duduk secara bersimpuh sebagai tanda hormat saat makan sesuai adat.

Setelah penjelasan teori dari Puan Niken Muchtar OK, suasana menjadi semakin meriah dan penuh kegembiraan. “Sekarang waktunya kita praktek langsung!” serunya, membuat semua mahasiswa segera bersiap. Meja telah disiapkan dengan gaya adat alas kain tenun, piring keramik tradisional, dan berbagai hidangan Melayu yang wangi harum mengisi ruangan.

Puan Niken memimpin langkah demi langkah. Pertama, dia menunjukkan cara duduk yang benar: “Untuk laki-laki, silakan duduk bersila dengan kedua kaki dilipat ke belakang, tubuh tegak namun rileks. Untuk perempuan, letakkan satu kaki di bawah punggung dan yang lain dilipat ke depan, agar sikap tetap sopan dan lembut.”

Setelah selesai makan, mahasiswa diajarkan cara membersihkan tangan dan mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah. Semua orang keluar dari meja dengan senyum lebar, merasakan kepuasan karena bisa mempelajari kebiasaan budaya yang begitu berharga secara langsung-bukan hanya dari buku teks.

Beberapa mahasiswa yang mengikuti praktek juga menyampaikan pendapat mereka.

“Sangat menarik, terutama saat mempelajari tata cara makan adab. Saya baru tahu bahwa setiap gerakan memiliki makna yang dalam dan menjadi bagian dari identitas Melayu, “M. Ujar Raffi Aprizal

“Materi kuliner yang dibahas sangat bermanfaat, karena saya menyadari betapa banyak potensi yang belum dieksplorasi sepenuhnya untuk wisata kuliner di Riau,” kata Anni Maria Dhuha.

“Kegiatan ini membuat saya lebih bangga dengan budaya Melayu Riau dan semakin bersemangat untuk menjadi profesional pariwisata yang mampu mempromosikannya.” Randi Setiawan.

“Penjelasan tentang cara duduk bersimpuh dan perbedaan antara laki-laki dan perempuan sangat menarik dan memberikan wawasan tentang tata krama yang harus dipatuhi.” Desi Asmarani.

Pengurus Lembaga Adat Melayu Kota Pekabaru

Kegiatan praktek gabungan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa Manajemen Pariwisata STP Riau dalam memahami dan mempromosikan budaya lokal, sehingga mereka dapat berkontribusi lebih baik pada pengembangan pariwisata di Provinsi Riau.mahasiswa semester 3 dan 5 Manajemen Pariwisata STP Riau semakin memahami kedalaman budaya Melayu Riau dan siap menerapkan pengetahuan serta adab yang dipelajari dalam karir masa depan. Mari kita dukung mereka untuk menjadi duta budaya yang berkualitas dan membawa nama Riau ke kancah internasional! (BP/ KM)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *