Puisi  

Prioritas yang Terbalik

Karya: Yanto In Action 

 

Dibanggakanlah program piring gratis di meja,

Namun pengajar masih duduk di kursi tua.

Gaji hakim melesat tinggi ke angkasa,

Sementara hukum makin tak tentu arahnya.

 

Anggaran sekolah dipangkas demi gengsi,

Buku dan alat tak lagi terpenuhi.

Guru dan perawat bertahan dengan kasih,

Pundi-pundi mereka tak layak terisi.

 

Bukan menolak gizi bagi anak bangsa,

Tapi jangan pincang pada satu arah saja.

Di mana keadilan bagi yang membina?

Yang menyembuhkan luka, yang membuka mata?

 

Sudah berapa kali suara kita lantangkan?

Dengan cara apa lagi harus disampaikan?

Negara butuh hakim yang jujur dan beriman,

Tapi juga butuh guru dan nakes yang layak makan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *