Pulau Panjang Pulau Impian

Vector illustration of Kids riding a motor boat in the ocean

Oleh: Metta Vianita (SDN 12 Pangkalanbaru)

 

Namaku Metta Vianita, biasanya dipanggil Metta. Aku duduk di kelas 5 SD Negeri 12 Pangkalanbaru. Tepat pada liburan akhir tahun 2024 kami sekeluarga merencanakan untuk pergi piknik. Kamipun berkumpul bersama untuk membahas tentang rencana tersebut. Kakakku ingin pergi ke pantai, sementara ayah dan pamanku mengajak untuk pergi ke Pulau Panjang dengan menaiki perahu. Kalau pergi ke pantai sudah sering jadi kurang mengasyikkan. Jadi kami semua sepakat untuk pergi ke Pulau Panjang saja. Tepatnya berada di Desa Tanjung Gunung, masih termasuk wilayah kecamatan kami namun kami masih harus menyeberang laut kecil menggunakan perahu.

Hari Minggu yang dinanti-nantikan pun tiba. Aku menyiapkan bekal dan pakaian untuk dibawa pergi. Paman, bibi dan saudara sepupuku juga ikut ke sana. Pagi-pagi ibuku sudah memasak makanan yang enak. Kami sangat bersemangat dan saling membantu satu sama lain. Kami juga masing-masing membawa banyak makanan ringan. Selain itu kami membawa buah-buahan segar. Kami membawa banyak air mineral agar tidak kehausan.

Tepat pukul 10.00 WIB kami mulai berangkat menggunakan mobil yang dikendarai oleh pamanku. Di perjalanan kami berbincang-bincang sambil bernyanyi-nyanyi mengikuti lagu dari pengeras suara yang berasal dari telepon genggam yang kalah dari suara deburan ombak. Sungguh perjalanan yang seru sekali. Tidak terasa kami sudah sampai di pelabuhan Pangkalbalam. Tempat perahu nelayan berada. Kami satu per satu menaiki perahu dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu. Rasa cemas, takut, namun juga penasaran akhirnya kami semua sudah menaiki perahu. Pengemudi kapal mulai menjalani mesin perahu. Kami pun bersiap-siap untuk berlayar seolah-olah suara musik genderang mengikuti suara hati kami.

Beberapa menit kemudian kami sudah sampai di tengah lautan yang cukup dalam. Ombak bergulung seolah-olah mau menghempaskan perahu yang kami naiki. Dalam hati berdoa semoga cepat sampai tujuan. Beberapa menit berlalu kami sudah sampai ke Pulau Panjang yang ternyata sangat indah dan alami sampai membuat aku lupa jika tadi aku sempat mabuk laut. Hamparan pasir putih dan laut yang jernih sungguh suasana yang indah dan menyejukkan hati membuat aku terpesona dengan pemandangan Pulau Panjang. Kami satu per satu bergegas turun dari perahu.

Aku bermain air bersama sepupuku. Sedangkan kakakku sedang asyik mencari kerang di sepanjang pasir pantai. Sementara ayah dan pamanku sedang memancing ikan. Di atas tikar, ibu dan bibiku sedang menyiapkan makan siang untuk kami. Aroma telur goreng yang sangat harum menggelitik bulu hidung kami. Kata ayahku, “saat kelaparan dan berada di tempat seluas ini, ubi gosong pun akan terasa enak.” Setelah puas bermain air, kami pun makan bersama sambil menikmati pemandangan Pulau Panjang. Jangan lupa kami juga berfoto foto untuk menjadi kenang-kenangan bahwa kami sudah pernah pergi ke Pulau Panjang.  Sungguh sangat menyenangkan sekali. Oh iya ada kejadian menakutkan, saat sepupuku berteriak kesakitan karena ada kepiting yang mengigit jari kakinya.

“Tolooooong…..Kakiku digigit buayaaaaa,” teriakannya malah membuat kami semua tertawa.

“Di sini sudah dijaga dan diawasi oleh petugas setempat, jadi terhindar dari serangan buaya kecuali kamu mau bertemu, paman punya nomor telepon buaya itu,” ejek paman sambil melepas capit anak kepiting tersebut. Tidak terasa hari sudah sore kami pun bergegas kembali ke perahu. Aku juga memeriksa kembali barang bawaan kami semua jangan sampai ada yang tertinggal. Di perjalanan kami pun bernyanyi walaupun suara kami seperti kaleng rombeng, hahaha. Kapal mulai menepi dan kami kembali ke mobil. Aku sangat senang sekali karena kehidupan kali ini sangat mengesankan. Sampai sekarang aku masih mencari tempat destinasi yang akan dikunjungi berikutnya. Apakah kalian yang berada di kepulauan Bangka Belitung mempunyai rekomendasi tempat wisata lainnya? (BP/ KM)*

 

Tulisan ini merupakan karya peserta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2025 Tingkat Kecamatan Pangkalanbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *