Puisi  

Qona’ah Perhiasan Paling Mulia

Karya: Yanto In Action 

 

Lapang rezeki bukan tanda dimuliakan,

sempit pemberian bukan berarti dihinakan.

Keduanya ujian jalan yang berbeda,

kunci bahagia ada pada rasa cukup.

 

Jangan iri nikmat yang dimiliki orang,

tak tahu apa yang kelak akan diambil.

Jangan sedih saat beban menimpa diri,

tak tahu berkah apa yang disiapkan Ilahi.

 

Jatah rezeki sudah diatur Sang Pemilik,

pas ukurannya, tepat waktu dan tempatnya.

Kita terima dengan cara masing-masing,

ada harta, ada akal, ada ketenangan.

 

Bisa kaya raya namun hati gelisah,

berjabatan tinggi namun iman rapuh.

Bisa sederhana namun damai sejahtera,

itu harta yang takkan habis dimakan masa.

 

Tak ada yang diberi segala keinginan,

tak ada yang diabaikan sepenuhnya.

Setiap jiwa punya anugerah khas,

cukup pandai bersyukur apa yang ada.

 

Berusahalah sungguh, doakan sepenuh hati,

serahkan hasil pada ketetapan-Nya.

Qona’ah membuat sederhana tampak mewah,

merasa kaya walau tak banyak digenggam.

 

Hidup tak beri semua yang kau sukai,

namun rasa cukup sukai apa yang ada.

Tak lelah mengejar bayangan orang lain,

tenang langkah menuju rumah kekal.

 

Ucaplah Alhamdulillah di setiap waktu,

senang susup puji tetap terlantun syahdu.

Perhiasan hati tak bisa dibeli harta,

qona’ah adalah kemuliaan yang abadi.

Indonesia, Juli 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *