Karya: Yanto In Action
Di Lauh Mahfuz, tinta takdir mengalir deras,
Sebelum nafas pertama, segalanya terukir halus.
Pertemuan bagai mawar mekar di subuh hati,
Perpisahan angin malam, hembus pelan menyentuh jiwa.
Rezeki turun lembut, ujian datang bagai badai,
Air mata tetes, basahi rahasia yang pilu.
Pahitnya hari ini, madu esok yang mengalir manis,
Hikmah Tuhan tersirat, dalam liku cinta abadi.
Takdir berat bagai beban sang kekasih setia,
Namun tangan-Nya pegang, peluk hangat tak tergoyah.
Harapan menjauh? Tak, ia bersembunyi di balik tabir,
Cinta Ilahi panggil, janji manis tak terperi.
Liku jalan kita, lukisan-Nya indah berwarna,
Romansa takdir, antara rindu dan pertemuan.
Berserah diri pada yang Maha Menulis asmara,
Setiap detik hidup, bait suci penuh keajaiban.
Penasaran rahasia? Baca dengan hati yang haus,
Di Lauh itu, cerita cintamu paling indah.
Takdir Valentine, hadiah tersembunyi dari Sang Pencipta,
Pahit jadi manis, ujian jadi pelukan abadi.
Empat bait ini, bisik rahasia Lauh yang dalam,
Cinta tak bertepi, takdir yang paling romantis.
Toboali, 14 Februari 2026
