Karya: Yanto In Action
Bekaespedia.com,- Hari kedelapan, semangat pudar bagai embun,
Lelah merayap, godaan bisik di relung jiwa.
Apakah niatmu masih utuh, wahai sahabat?
Atau Ramadhan kini sekadar rutinitas sia-sia?
Rasulullah ingatkan: amal lahir dari hati,
Bukan lapar perut yang haus, tapi jiwa yang kering.
Kritis tanyakan: untuk Allah atau duniawi?
Puasa tanpa ikhlas, bagai angin lewat doang.
Shalat molor, tilawah terlupakan di rak,
Sedekah tersendat oleh kantong yang pelit.
Ramadhan uji: apakah hati kau serahkan?
Atau tetap bandel, menari di irama nafsu?
Bukan hari pertama yang berat, itu mudanya,
Tapi hari ini, saat konsistensi retak pelan.
Jadwal makan berganti, tapi dosa tetap tamu,
Hati kosong, puasa jadi topeng hampa belaka.
Rahasia besar: bukan jumlah ibadah yang dicari,
Tapi kejujuran yang membara di dada.
Kritis renung: perubahan di mana letaknya?
Jiwa tetap gelap, meski bulan purnama suci.
Godaan pelan, tapi racunnya dalam menusuk,
Lupa tafsir ayat, sibuk scroll layar mati.
Ramadhan jerit: bangun dari tidur kelalaian!
Atau kau rela kalah di medan perang batin?
Perbarui niat, seperti air hujan membersih,
Shalat tegak, tilawah mengalir bagai sungai.
Sedekah mengalir, hati tunduk penuh tawadhu,
Kemenangan bukan akhir, tapi hati yang menang.
Hari ke-8, pintu rahmat terbuka lebar,
Ikhlas tumbuh, sabar berbunga, dekat Rabbani.
Jangan biarkan lelah menang, sahabatku,
Ramadhanmu abadi, jika hati kau taklukkan.
Toboali,8 Ramadhan 1447 H
