Ruwah Cup Tempilang 2026: Gairah Sepak Bola dan Semangat Tradisi yang Tak Pernah Padam

Laporan : Medi Hestri

Bekaespedia. Com. Tempilang — Ketika angin laut mulai berembus lembut dari arah barat dan aroma garam menyatu dengan debu lapangan PERSIT Air lintang, itu tandanya satu hal yaitu Ruwah Cup Tempilang kembali datang. Bagi masyarakat pesisir ini, turnamen sepak bola antar Desa/Kelurahan bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari denyut kehidupan sosial yang mengikat generasi muda dalam semangat sportivitas dan kebersamaan.

Turnamen bergengsi itu akan segera digelar pada November mendatang, bertepatan dengan tradisi perang ketupat atau ruwah, sebuah perayaan budaya khas Tempilang yang sarat makna gotong royong dan persaudaraan. Tahun ini, panitia membuka kesempatan bagi 128 klub untuk berlaga, membawa nama desa masing-masing ke lapangan kehormatan.

Juarsa, ketua panitia yang akrab disapa Bang Juar, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat luar biasa. “Pendaftaran sudah dibuka beberapa hari lalu, dan akan ditutup Jumat, 14 November 2025. Di hari yang sama, kita gelar technical meeting di Balai Desa Air lintang,” ujarnya, Sabtu (31/10/2025).

Namun, bukan sekadar kuantitas peserta yang dicari panitia. Ada aturan tegas demi menjaga semangat lokalitas dan kebanggaan desa. “Pemain wajib warga lokal yang dibuktikan dengan KTP atau kartu pelajar. Tapi kita tetap beri ruang, maksimal tiga pemain luar desa untuk memperkuat tim,” jelas Juarsa sambil tersenyum.

Lebih dari sekadar permainan, Ruwah Cup Tempilang 2026 menjadi panggung bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat, mewakili kampung halaman, dan menegakkan nilai fair play. Di sela hiruk-pikuk persiapan, semangat itu terasa nyata. Anak-anak mulai menendang bola di sore hari, para tetua berkumpul membicarakan taktik, dan lapangan PERSIT Air lintang seolah hidup kembali menyambut gelora yang lama dinanti.

Tahun ini, panitia menyiapkan total bonus sebesar Rp 65 juta. “Kita ingin memotivasi peserta agar tampil maksimal dan menjunjung sportivitas,” kata Juarsa. Rinciannya cukup menggoda: Juara I berhak atas Rp 30 juta, Juara II Rp 18 juta, Juara III Rp 10 juta, Juara IV Rp 5 juta, serta bonus masing-masing Rp 1 juta untuk top skor dan kiper terbaik. Tak heran jika Ruwah Cup selalu menjadi magnet bagi tim-tim terbaik dari berbagai desa.

Untuk ikut serta, setiap tim dikenakan biaya pendaftaran Rp1.250.000, dengan pembayaran DP 50 persen melalui rekening BRI 7527-0101-5757-536 atas nama Kori Alfajri. Panitia juga membuka jalur komunikasi melalui narahubung resmi: Juarsa (0813-7359-3688), Fajri (0822-8935-6165), Rano (0856-6972-7694), serta Arif/Agit (0878-6807-3584).

Lebih dari angka dan hadiah, Ruwah Cup adalah cerita tentang semangat yang tidak pernah padam. Tentang lapangan yang menjadi ruang temu lintas generasi, tentang sorak warga yang menggema di antara pepohonan kelapa, dan tentang keyakinan bahwa olahraga adalah bahasa universal persatuan.

“Junjung sportivitas dan fair play,” tegas Juarsa di akhir wawancara, sembari menatap lapangan yang mulai dipersiapkan. Di balik ucapannya, tersimpan pesan sederhana tapi kuat bahwa dari lapangan desa inilah, mimpi-mimpi besar sepak bola Tempilang bisa lahir, tumbuh, dan menjejak di tanah Bangka Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *