Puisi  

Sarung di Kota London

Karya: Yanto In Action

 

Di jalanan London yang penuh pesona,

Sarungku menari, warnai suasana.

Bukan untuk pamer, bukan untuk gaya,

Namun simbol cinta, pada Indonesia.

 

Bus merah berlalu, Big Ben menjulang tinggi,

Sarungku hadir, membawa mimpi.

Mimpi tentang damai, mimpi tentang kasih,

Di tengah perbedaan, kita tetap bersisi.

 

Kulihat wajah-wajah, beragam ekspresi,

Ada yang heran, ada yang tersenyum simpul.

Sarungku bicara, tentang toleransi,

Bahwa perbedaan itu, adalah anugerah timbul.

 

Angin berhembus kencang, menusuk kalbu,

Sarungku menghangatkan, dari rasa rindu.

Rindu kampung halaman, tempatku bertumbuh,

Namun di sini pun, aku takkan layu.

 

Kupijak tanah asing, dengan langkah pasti,

Sarungku menemani, dalam setiap aksi.

Menjaga marwah, menjaga harga diri,

Sebagai duta bangsa, yang selalu berbakti.

 

Di tengah gemerlap kota, yang tak pernah tidur,

Sarungku bersahaja, tak ikut tergiur.

Pada kemewahan dunia, yang fana dan kabur,

Aku tetap sederhana, itulah yang jujur.

 

Sarungku bukan sekadar, selembar kain panjang,

Namun identitas diri, yang selalu kupandang.

Sebagai pengingat, akan asal dan tujuan,

Untuk apa hidup ini, dan ke mana kan berlabuh.

 

London yang megah, saksi bisu cerita,

Sarungku berkisah, tentang Indonesia.

Negeri yang kaya, dengan budaya dan cinta,

Mari kita jaga bersama, untuk selamanya.

 

Di Bumi Tuhan,8 Sepetember 2025

Exit mobile version