Karya: Yanto In Action
Di tembok purba, senja melukiskan saga,
Sarung kumal dan peci kelam setia menemani.
Seorang lelaki lara, bagai rembulan tanpa cahaya,
Menanti hadirmu, pelita hati yang mewangi.
Desir angin berbisik, mengalunkan kidung kenangan,
Saat jemarimu menari di antara jemariku.
Di antara bisu batu, rindu bersemi perlahan,
Laksana embun pagi, menyegarkan kalbuku.
Sandal jepit usang menemani langkah gontai,
Menyusuri jejak-jejak asmara yang terukir.
Di setiap relung tembok, namamu kuukir abadi,
Bagaikan prasasti cinta, tak lekang oleh waktu.
Senja berlalu, malam menabur bintang gemintang,
Namun cinta ini membara, takkan pernah sirna.
Di tembok cinta ini, aku terus berjuang,
Menunggumu tiba, membawa bahtera bahagia.












