Simfoni Antara Musik Dan Puisi

Laporan : Angga Nugraha

Bekaespedia.cim, Sungai Liat,- Musikalisasi puisi merupakan perpaduan antara karya sastra dan seni musik yang semakin diminati oleh generasi muda. Salah satu yang menarik minat adalah Lokakarya Musikalisasi Puisi yang diselenggarakan oleh Komunitas Literasi Anak Lebah (LIRA) yang dipimpin oleh Ira Esmiralda seorang pegiat sastra Babel. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026 dan bertempat di gedung aula SMA Negeri 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Kegiatan Lokakarya Musikalisasi Puisi tersebut memberikan kesempatan bagi para pelajar SMA atau sederajat yang ada di wilayah Sungailiat untuk mendapatkan ilmu mengolah sebuah puisi dan memadukan unsur musik di dalamnya menjadi karya Musikalisasi berkualitas. Tujuan utama dari lokakarya musikalisasi puisi ini adalah untuk menghidupkan kembali gairah anak muda untuk membuat karya yang sesuai dengan zamannya.

Willy Siswanto, Narasumber Lokakarya Musikalisasi Puisi ini dengan senang hati meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu kepada peserta yang sudah antusias menunggu sejak pagi agar langsung dapat mendengar dan menyimak penjelasan dan pengetahuan bagaimana cara menciptakan karya musikalisasi puisi yang mumpuni bukan hanya sekadar jadi.

Menurut Willy Siswanto dalam pemaparannya kepada peserta menjelaskan bahwa musikalisasi puisi merupakan penyajian puisi dalam bentuk musik yang melibatkan berbagai macam unsur, salah satunya adalah penafsiran puisi. “Penafsiran puisi itu salah satu hal penting agar pembaca mampu memaknai kata demi kata yang tertulis dalam puisi sehingga pembaca mampu menggali lebih dalam perasaan penyair serta nilai historis yang menempel pada puisi tersebut.” Ujarnya.

Lokakarya Musikalisasi Puisi ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada orang lain yang mendengarkannya untuk lebih menikmati, menghayati dan menjiwai puisi. Dalam kesempatan ini juga, Willy Siswanto sebagai narasumber memberikan sebuah tugas kepada para peserta untuk membuat karya musikalisasi puisi yang akan ditampilkan di akhir acara serta ada hadiah menarik bagi kelompok terbaik yang terpilih nantinya.

Salah seorang siswa MAN 1 Bangka, Yuka Alvano, yang juga peserta lokakarya menuturkan bahwa acara yang diinisiasi oleh Komunitas Literasi Anak Lebah (LIRA) ini sangat bermanfaat, karena di sekolah pembelajaran tentang sastra khususnya musikalisasi puisi tidak begitu mendalam diajarkan oleh guru.

Ali Akbar, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sungailiat, berharap kegiatan seperti lokakarya musikalisasi puisi ini dapat berlanjut dan bahkan nantinya bisa dikembangkan di sekolah dan komunitas masing-masing sehingga muncul bakat dan potensi dari siswa-siswa di Kabupaten Bangka yang dapat bersaing hingga ke level yang lebih tinggi dalam perlombaan.

Di akhir acara sekaligus penutupan Lokakarya Musikalisasi Puisi turut hadir Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Afriyendy Gusti, S.S., M. Hum. Afriyendy Gusti, menyambut baik sekaligus bangga karena karya puisinya yang berjudul “Yang” dipilih oleh salah satu kelompok peserta untuk dijadikan musikalisasi puisi yang ditampilkan serta dinilai dan dievaluasi oleh dewan juri.

Dalam penutupnya, Afriyendy Gusti menyampaikan sebuah pesan kepada semua yang hadir di ruangan bahwa “Lokakarya Musikaliasi Puisi yang sudah terlaksana ini semoga menjadi langkah awal munculnya potensi serta bakat dan minat anak-anak muda khususnya untuk terus belajar dan mengapresiasi puisi, mereka bukan saja diajarkan menelaah puisi tetapi juga langsung praktik dan menampilkan kreativitas musikalisasi puisi dengan ciamik”. Ucapnya.

Kegiatan Lokakarya Musikalisasi Puisi ini juga dapat terlaksana dengan baik dan lancar sampai selesai karena mendapatkan bantuan fasilitasi dan bantuan apresiasi dalam rangka program Penyaluran Bantuan Pemerintah bagi Komunitas Literasi 2026 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *