Bekaespedia.com. Kurau_Dengan menumpang dua bus, siswa kelas IV dan V serta seluruh GTK SDN 13 Koba menggelar kegiatan field trip ke rumah dinas Walikota Pangkalpinang dan Pemandian alami Airmesu, Kamis (15/01).
Field trip dengan mengangkat tema Fokus Ilmiah dan Eksplorasi Lapangan untuk Daya Tanggap, Rasa, Inovasi, dan Pengalaman ini diikuti 65 peserta didik.
Tujuan pertama yaitu rumah dinas Walikota Pangkalpinang. Rombongan dari sekolah yang berada di Kurau ini disambut oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Irma P. beserta jajaran, Bunda Literasi Kota Pangkalpinang yang juga istri Walikota Pangkalpinang, Hj. Susanti, Sejarawan dan Budayawan, Dato’ Akhmad Elvian.
Para peserta diajak ke ruang tengah rumah dinas yang mana rumah tersebut juga dikenal dengan nama Rumah Besar.
Di hadapan para siswa dan GTK SDN 13 Koba, Bunda Literasi sebagai tuan rumah menyambut baik kedatangan rombongan dari Kurau ini.
“Selamat datang di rumah dinas Walikota Pangkalpinang, bunda senang adik-adik bisa berkunjung ke rumah ini. Belajar yang giat dan kejar cita-cita kalian karena suatu saat kalian lah yang akan menjadi pemimpin!” Nasihat Bunda Baca.
Peserta didik mendengarkan penjelasan dari Dato’ Akmad Elvian terkait toponimi Kurau dan sejarah rumah dinas walikota.
“Nama Kurau itu sekarang dijadikan nama KRI, yaitu KRI Kurau. Jadi adik-adik harus bangga sebagai putra putri Kurau.”
Ditambahkannya lagi, “Rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang ini adalah Rumah Residen, bangunan bersejarah bergaya Eropa di pusat kota, ditandai dengan 10 pilar-pilar besar dan meriam kuno pada sisi timur dan barat serta pernah dihuni oleh residen kolonial Belanda dan tokoh pemerintahan setelah kemerdekaan.”

Sumber: Tim Dok. Estilas
“3 September 1913 saat Pangkalpinang menjadi ibu kota keresidenan, dihuni oleh residen pertama AJN Engelenberg, lalu Syu Cho Kan (masa Jepang), dan tokoh setelah kemerdekaan seperti Masjarif Datuk Bendaharolelo. Bendaharalelo ini kuburannya ada di TPU Kampung Bukit sana,” tambahnya lagi.
Selanjutnya peserta didik berfoto bersama dan melihat meriam kuno dan pilar-pilar besar dan tinggi dan kemudian mengunjungi koin besar sebagai simbol titik 0 Pulau Bangka.
Di lokasi kedua, peserta didik ke pemandian alami di Airmesu. Di lokasi tersebut anak-anak melakukan serangkaian kegiatan game dan outbond ringan yang bertujuan untuk melatih kekompakan dan kerja sama tim dan mentadaburi alam dan hutan yang masih asri serta mandi bersama.

Sumber: Tim Dok. Estilas
Field trip (kunjungan lapangan) adalah metode pembelajaran di luar kelas yang menjadi salah satu bentuk kegiatan kokurikuler, bertujuan memperdalam materi intrakurikuler secara nyata. Kegiatan ini mengaitkan teori di kelas dengan pengalaman langsung di lapangan. Ke mana lagi kegiatan selanjutnya? (BP/ KM)*












