Karya: Yanto In Action
Sya’ban tersembunyi, di antara dua raksasa suci,
Rajab megah di depan, Ramadhan gemilang di belakang.
Bulan lailai ini, dilupakan oleh jiwa-jiwa lelah,
Padahal pintu langit terbuka, amal naik bagai elang menjulang.
Rabb Pengatur semesta, memandang dari Arsy-Nya,
Setiap puasa sunnah jadi mahkota di timbangan akhir.
Jangan sia-siakan, wahai hati yang lalai,
Sya’ban panggilan rahasia, sebelum bulan puasa tiba.Aku ingin, saat malaikat angkat amalku yang hina,
Perutku kosong, jiwa penuh cahaya iman.
Puasa jadi perisai, lawan godaan dunia fana,
Di bulan ini, taubatku mekar bagai bunga subuh nan cerah.
Dengarlah seruan Rasul, dari An-Nasa’i yang abadi,
“Sya’ban bulan-Ku, puasalah agar amal berseri.”
Biarkan lapar jadi sahabat, dahaga jadi guru,
Nanti Ramadhan datang, kau siap menyambutnya penuh syukur.
Sya’ban bukan bayang, tapi tangga menuju surga,
Puasa di sinilah, benih kebaikan bertunas subur.
Jangan lalai lagi, bangun sebelum terlambat,
Amalmu diangkat, kau dalam ridha Ilahi yang agung!
Toboali, 13 Februari 2026
