Editor : Abok Amang
Bekaespedia.com, Toboali,- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di wilayah ini. Kali ini, sorotan tertuju pada sosok guru yang tidak hanya berdedikasi tinggi dalam mendidik siswa, tetapi juga memiliki talenta luar biasa dalam bidang sastra. Yanto, M.Pd.Gr, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 3 Toboali, baru saja mengharumkan nama sekolah dan daerahnya dengan meraih penghargaan bergengsi sebagai Penulis Terpilih dalam ajang akbar Festival Pantun Asian 2026.
Penghargaan ini bukan sekadar piala atau sertifikat biasa, melainkan bukti pengakuan internasional atas kualitas karya dan pemikiran yang dihasilkan oleh Bapak Yanto. Dalam festival yang diadakan secara luas ini, karya beliau terpilih untuk dimuat dalam sebuah buku antologi yang sangat istimewa dan monumental.
Buku hasil kompilasi Festival Pantun Asian 2026 ini memiliki bobot yang sangat besar, baik dari segi jumlah maupun cakupan wilayahnya. Secara mengejutkan, buku tersebut memuat tidak kurang dari 3.152 butir pantun yang dikumpulkan dari para penulis terbaik. Karya-karya ini berasal dari perwakilan empat negara serumpun Melayu yang memiliki ikatan budaya sangat kuat, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kehadiran karya Bapak Yanto di antara ribuan pantun dari berbagai negara ini menunjukkan bahwa kualitas karyanya mampu bersaing dan diakui di kancah regional Asia Tenggara.
Yang membuat buku ini semakin istimewa adalah adanya perhatian khusus terhadap regenerasi dan bakat muda. Dari total ribuan pantun yang dimuat, sebanyak 1.700 pantun di antaranya merupakan karya siswa-siswi terbaik. Para pelajar ini berasal dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat, sebuah daerah yang memang dikenal sebagai salah satu pusat kekayaan budaya dan sastra Melayu terbesar di Indonesia.
Keberhasilan Yanto, M.Pd.Gr untuk terpilih dan dimuat dalam buku yang berisi kumpulan karya terbaik lintas negara ini menjadi bukti nyata bahwa seorang pendidik tidak hanya berhenti pada tugasnya di dalam kelas, tetapi juga mampu berkreasi dan berprestasi di luar ranah akademik.
Kiprah beliau dalam Festival Pantun Asian 2026 ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan guru maupun para siswa, bahwa budaya bangsa memiliki tempat yang sangat terhormat di mata dunia. Selamat dan sukses untuk Bapak Yanto, M.Pd.Gr, semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya dan berprestasi.
Bekaespedia.com, Toboali,- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di wilayah ini. Kali ini, sorotan tertuju pada sosok guru yang tidak hanya berdedikasi tinggi dalam mendidik siswa, tetapi juga memiliki talenta luar biasa dalam bidang sastra. Yanto, M.Pd.Gr, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 3 Toboali, baru saja mengharumkan nama sekolah dan daerahnya dengan meraih penghargaan bergengsi sebagai Penulis Terpilih dalam ajang akbar Festival Pantun Asian 2026.
Penghargaan ini bukan sekadar piala atau sertifikat biasa, melainkan bukti pengakuan internasional atas kualitas karya dan pemikiran yang dihasilkan oleh Bapak Yanto. Dalam festival yang diadakan secara luas ini, karya beliau terpilih untuk dimuat dalam sebuah buku antologi yang sangat istimewa dan monumental.
Buku hasil kompilasi Festival Pantun Asian 2026 ini memiliki bobot yang sangat besar, baik dari segi jumlah maupun cakupan wilayahnya. Secara mengejutkan, buku tersebut memuat tidak kurang dari 3.152 butir pantun yang dikumpulkan dari para penulis terbaik. Karya-karya ini berasal dari perwakilan empat negara serumpun Melayu yang memiliki ikatan budaya sangat kuat, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kehadiran karya Bapak Yanto di antara ribuan pantun dari berbagai negara ini menunjukkan bahwa kualitas karyanya mampu bersaing dan diakui di kancah regional Asia Tenggara.
Yang membuat buku ini semakin istimewa adalah adanya perhatian khusus terhadap regenerasi dan bakat muda. Dari total ribuan pantun yang dimuat, sebanyak 1.700 pantun di antaranya merupakan karya siswa-siswi terbaik. Para pelajar ini berasal dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat, sebuah daerah yang memang dikenal sebagai salah satu pusat kekayaan budaya dan sastra Melayu terbesar di Indonesia.
Keberhasilan Yanto, M.Pd.Gr untuk terpilih dan dimuat dalam buku yang berisi kumpulan karya terbaik lintas negara ini menjadi bukti nyata bahwa seorang pendidik tidak hanya berhenti pada tugasnya di dalam kelas, tetapi juga mampu berkreasi dan berprestasi di luar ranah akademik.
Kiprah beliau dalam Festival Pantun Asian 2026 ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan guru maupun para siswa, bahwa budaya bangsa memiliki tempat yang sangat terhormat di mata dunia. Selamat dan sukses untuk Bapak Yanto, M.Pd.Gr, semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya dan berprestasi.












