Opini  

Titik Balik atau Titik Lengah

Yanto,M,PD(GURU Motivator & Da’wah Indonesia)

 

Bekaespedia.com,- Hari ke-15 Ramadhan…

Kita resmi berada di pertengahan bulan.

Separuh sudah pergi.

Separuh lagi menunggu.

Di titik ini biasanya manusia terbagi dua:

yang semakin kuat,

atau yang mulai lengah.

Ramadhan bukan sekadar hitungan tanggal. Ia adalah *perjalanan menuju taqwa

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”, (QS. Al-Baqarah: 183)

Pertanyaannya di hari ke-15 ini:

– sudahkah taqwa itu terasa?

– Apakah kita lebih menjaga pandangan?

– Lebih menahan amarah?

– Lebih hati-hati dalam berbicara?

Atau hanya kuat menahan lapar,

tapi lemah menahan dosa?

Ramadhan yang sejati bukan terlihat di badan yang kurus,

tetapi di hati yang tunduk.

Jika di pertengahan ini semangat mulai turun,

ingatlah: justru kemuliaan terbesar ada di sepuluh malam terakhir.

 

– Jangan melemah sebelum puncak.

– Jangan puas sebelum garis akhir.

 

Hari ke-15 adalah alarm:

waktu terus berjalan.

Ramadhan tidak menunggu kesiapan kita.

Semoga pertengahan ini menjadi titik balik menuju kesungguhan, bukan titik lengah menuju penyesalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *