TOPONIMI KAMPUNG KERANTAI 

Oleh Dato’ Akhmad Elvian DPMP. 

Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Bekaespedia.com,- Kerantai atau dalam Kaart van het Eiland Banka tahun 1852/1855 karya L. Ullman ditulis dengan Kranty, adalah satu Kampung atau Native village yang dibentuk Pemerintah Hindia Belanda pada Tahun 1851, melalui kebijakan pembangunan kampung kampung baru di jalan jalan baru yang dibangun pemerintah Hindia Belanda di Keresidenan Bangka untuk mengatasi perlawanan Depati Amir. Kampung Kerantai berada di Distrik Sungaiselan. Distrik Sungaiselan awalnya berpusat di Bangka Kota dan pada Tahun 1837 dipindahkan ke Sungaiselan.

Toponimi atau sejarah asal usul penamaan kampung dengan kata Kerantai adalah berasal dari nama spesific Kayu Kerantai.

Kayu Kerantai sering juga disebut Kayu Balun hijau, Gerunggang, Kedondong hutan (Agalia griffithii), Kerantai merah (Santiria laevigata); Kerantai batu (Santiria apiculata). Kayu Kerantai memilki tekstur yang bagus terutama untuk rabung rumah seperti kasau dan reng, bahan baku kursi dan meja, Kayu Kerantai memilki serat yang lurus, mudah dipaku dan mudah dikerjakan serta menjadi bahan pilihan yang lebih ekonomis untuk interior dan struktur bangunan. Berdasarkan letak geografisnya Kampung Kerantai di sebelah Utaranya terdapat rawa rawa yang merupakan bagian dari sungai Kerantai dan pada sisi Utaranya lagi terdapat Bukit Lamondang. Pada sisi Barat Kampung Kerantai terdapat Bukit Oedjoengroemah, sedangkan pada sisi Selatannya terdapat Bukit Pandan Ketjil, Bukit Menjan dan Bukit Pandan, selanjutnya pada sisi Timur Kampung Kerantai adalah bagian dari aliran Sungai Kerantai. Berdasarkan Peta Res. Bangka en Onderh. Blad 34/XXVq Tahun 1929-1931, pada sisi Utara dan dan Selatan Kampung Kerantai banyak sekali terdapat regelmatig aangelegde pepertuinen, (Kebun Sahang atau Lada yang ditanam dengan teratur) serta pada sisi Timur dan Barat kampung banyak ditanam pohon Karet atau Rubber, pohon Kelapa serta Ladang padi atau ume masyarakat. Penanaman Lada atau Sahang dan Karet di kampung kampung di Bangka seiring dengan kebijakan dari Residen A.J.N. Engelenberg dan Demang ter beschikking atau Demang pembantu Residen yaitu Raden Achmad sejak Tahun 1913. Kebijakan tersebut agar di kampung kampung di Keresidenan Bangka ditanami Sahang, Karet dan Kelapa. Bibit Karet secara khusus dipesan dari Singapura dan dibagikan kepada masyarakat di kampung kampung untuk ditanam. Berdasarkan peta di atas dari Kampung Kerantai terhubung melalui jalan darat ke sisi Baratnya menuju Ibukota Distrik Sungaiselan dan pada sisi Selatannya terhubung melalui jalan darat menuju kampung Kemingking, Malik, Pangkalboeloe, Pajong, Nadong, Singair, Terentang, Merapen dan Irigg atau kampung kampung yang berada di Distrik Sungaiselan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *