Karya:YIA
Asap perlahan menipis di ufuk pagi,
Tinggal puing yang berbisik perih di hati.
Rumah memang hilang dilahap api,
Tapi semangat warga takkan pernah mati.
Di tanah kelahiran kita berdiri,
Simpang Rimba tetap di dalam sanubari.
Rumah bisa dibangun kembali esok hari,
Asalkan persaudaraan tetap abadi.
Bukan seberapa besar bantuan yang diberi,
Tapi tulus hati yang kita persembahkan pagi.
Langit tak pernah lupa pada siapa yang bersedih,
Allah sedang menyiapkan rencana yang lebih baik nanti.
Peluk erat harapan yang masih menyisih,
Bersama-sama kita melangkah melengkapi.
Dusun Serdang akan kembali berseri,
Karena doa dan kasih sayang takkan pernah berhenti.
Toboali, Oktober 2026












