Aib

Oleh : Agus Bachtiar K

 

​Hendra bertamu.

“Eh, kata si Yanto, si anu dan si anu begini begitu.”

“Oh, ya?”

“Benarkah?”

“Iya… tapi jangan bilang-bilang, ya? Ini rahasia!”

“Aman..!” kata Indra penuh keyakinan.

 

​Indra pun bertemu Agus.

“Eh, kata si Hendra, si anu dan si anu begini begitu.”

“Oh, ya?”

“Serius?”

“Sangat serius… tapi jangan bilang-bilang, ya? Ini rahasia!”

“Baiklah…!” kata si Agus bersumpah.

 

​Agus pun berjumpa Kulul.

“Eh, kata si Indra, si anu dan si anu begini begitu.”

“Oh, ya?”

“Fitnah ini?”

“Nyata…! Tapi jangan bilang-bilang, ya? Ini rahasia!”

“Pasti!” kata Kulul berjanji.

 

​Kulul berkunjung ke rumah Dedy.

“Eh, kata si Agus, si anu dan si anu begini begitu.”

“Oh, ya?”

“Jangan bercanda?”

“Pastinya…! Tapi jangan bilang-bilang, ya? Ini rahasia!”

“Tentu!” kata Dedy setuju.

 

​Dan seterusnya…

​Itulah aib…

Menjadi konsumsi empuk bahan diskusi.

Sejauh apa pun kau kabur,

tak mungkin kuasa kau kubur.

 

​Toboali, 6 Juni 2026

Sang Peramu Aksara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *