Aku Bisa! Kisah Hebatnya Azra yang Proaktif di Sekolah

Oleh: Azra Aqila (SDN 14 Koba)

 

Azra adalah seorang siswi kelas 5 SD yang ceria dan penuh ide. Sekolahnya banyak sekali mengadakan kegiatan yang seru. Tapi kadang ada saja hal kecil yang membuat beberapa teman Azra langsung malas atau mengeluh. Misalnya, ada tugas kelompok yang sulit beberapa teman Azra langsung bilang “Ah susah! Aku nggak bisa!” Atau kalau lapangan sekolah becek setelah hujan mereka jadi tidak mau bermain lagi. Tapi Azra berbeda. Ia memiliki semangat “Aku bisa!” yang membuatnya selalu proaktif di mana pun itu. Seperti kebiasaan anak pertama Indonesia hebat.

Suatu hari, Ibu Guru memberikan tugas kelompok membuat prakarya dari bahan daur ulang. Kelompok Azra mendapat tugas membuat miniatur rumah dari kardus bekas dan botol plastik, beberapa teman Azra langsung lesu. “Kardusnya jelek,” kata Anton. “Botolnya susah dipotong!” simpul Maya. Tapi Azra langsung bersemangat. “Tenang teman-teman kardusnya bisa kita lapisi dengan kertas warna biar jadi bagus, dan botolnya kita bisa minta tolong ke Bapak penjaga sekolah untuk memotongnya dengan hati-hati, atau kita cari ide lain biar tidak perlu dipotong.”

Azra langsung mengambil inisiatif. Mengajak teman-temannya untuk berdiskusi mencari ide-ide yang menarik. Azra tidak hanya menunggu perintah, tapi juga aktif memberikan saran. “Bagaimana kalau atap rumahnya kita lapisi dengan koran bekas yang digulung? Pasti unik!” usul Azra. Teman-teman Azra mulai tertarik. Mereka pun ikut berpikir dan mencari ide-ide lainnya. Akhirnya, kelompok Azra berhasil menyelesaikan miniatur rumah yang sangat kreatif dan sangat indah. Mereka tidak hanya menyelesaikan tugas. Tapi juga belajar bekerja sama dan memanfaatkan barang bekas dengan cara yang baru dan unik.

Azra tidak hanya aktif dalam kegiatan sekolah. Tapi juga aktif dalam kegiatan sehari-hari. Kalau Azra melihat temannya yang sedang membawa buku yang sangat banyak. Ia tidak ragu untuk menawarkan bantuan. Atau kalau Azra tidak sengaja melihat ada sampah yang berserakan di halaman sekolah, ia tidak ragu untuk memungutnya dan membuangnya ke tempat sampah. Ia tidak pernah berpikir kalau ”Ah itu bukan tugas!” baginya kalau ada hal yang bisa diperbaiki dan dibantu, ia akan langsung siap membantu atau langsung bertindak.

Suatu ketika, sekolah Azra mengadakan pentas seni. Tapi kelas Azra bingung mau menampilkan apa. Beberapa anak usul menari. Ada juga yang mengusulkan menyanyi dan ada juga pantun. Lalu Azra mempunyai ide untuk membuat drama pendek tentang cerita rakyat yang ada di daerah mereka. Ia bahkan menawarkan diri untuk menulis naskahnya. Awalnya, teman-temannya ragu karena Azra belum pernah menulis naskah sebelumnya. Tapi Azra dengan bersemangat berkata “Aku akan berusaha!” Aku akan membaca banyak buku cerita rakyat dan mencoba menulisnya. Kita pasti akan menampilkan yang terbaik.

Azra benar-benar berusaha. Ia meminjam banyak buku cerita rakyat dari perpustakaan. Ia juga bertanya kepada kakeknya yang tahu banyak tentang cerita rakyat dan menulisnya sedikit demi sedikit. Walaupun sulit, ia tidak menyerah. Ia bahkan mengajak teman-temannya untuk memberikan ide dan masukan untuk naskahnya. Akhirnya, kelas Azra berhasil menampilkan drama pendek yang sangat baik dan dapat banyak pujian.

Kisah Azra mengajarkan bahwa menjadi proaktif itu sangat hebat. Kita tidak perlu menunggu perintah atau menyalahkan keadaan. Kita harus berani mengambil inisiatif sendiri. Seperti Azra yang selalu berkata “Aku bisa!” Kita harus percaya pada diri sendiri tidak ragu dan semangat untuk selalu berusaha. Menjadi proaktif itu kita tidak hanya membantu diri sendiri tapi juga membuat lingkungan di sekitar kita menjadi nyaman, baik dan menyenangkan.

Tulisan ini merupakan karya peserta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2025 Tingkat Kecamatan Koba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *