Bangka Barat Gagas Inovasi AI untuk Atasi Stunting, Gandeng BKKBN

 

Laporan : Belva Al Akhab

Bekaespedia.com, Mentok, Bangka Barat – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Babar) menunjukkan komitmen serius dalam memerangi stunting dengan meluncurkan langkah inovatif berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Terobosan ini diumumkan dalam Audiensi Quick Win Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Keluarga Bahagia (BOKB) yang diselenggarakan di ruang kerja Bupati Bangka Barat, Jumat (13/06/2025).

 

Kegiatan penting ini dihadiri oleh perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bangka Belitung, Kepala Badan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP2KBP3A) Bangka Barat, serta Bupati Bangka Barat sendiri.

 

Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., menegaskan bahwa permasalahan stunting menjadi perhatian utama Pemkab Babar. “Permasalahan penurunan angka stunting di Bangka Barat menjadi perhatian khusus kami. Kunci program ini adalah kolaborasi BKKBN dan stakeholder terkait di Pemkab Babar,” jelas Markus.

 

Beliau menambahkan bahwa di era digitalisasi, kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan kebijakan untuk mengatasi stunting sangat krusial. Oleh karena itu, konsep kecerdasan buatan atau AI menjadi pilihan. “Untuk mengambil langkah kebijakan yang sangat cepat dan tepat harus ada edukasi mencari formula yang terbaik, yaitu AI. Semua data di lapangan akan diambil oleh stakeholder terkait yang nanti akan diolah oleh program yang nantinya dalam aplikasi BKKBN Pusat,” terang Bupati Markus, optimis terhadap pendekatan berbasis teknologi ini.

 

Gayung bersambut, inovasi yang digagas Bupati Markus mendapatkan sambutan hangat dari BKKBN Pusat. Kepala BKKBN Provinsi Babel, Fajar Santosa, S.H., yang mewakili BKKBN Pusat, menyatakan kesamaan pandangan mengenai inovasi berbasis AI. “Pembahasan stunting tidak hanya kepada anak balita, tetapi kepada remaja dan lansia. Integral dari ini adalah keluarga, jika diteruskan adalah masyarakat. Bila permasalahan stunting diselesaikan, sama saja menyelesaikan problem masyarakat,” papar Fajar Santosa.

 

Ia juga menekankan pentingnya pengolahan data yang cepat dan tepat, di mana AI memegang peran kunci. “Pembangunan dinilai dengan angka dan data. Maka BKKBN Pusat mengeluarkan gebrakan yang hebat akan meluncurkan aplikasi berbasiskan Artificial Intelligence (AI). Dengan AI maka keluarga akan mengetahui apa yang kurang dalam pembangunan taraf hidup dan apa solusi untuk mengembangkan Keluarga Bahagia (KB). Bila penurunan angka stunting bisa dilihat laporan angka dan data secara update terbaru setiap harinya,” tambah Fajar Santosa, menjelaskan manfaat konkret dari pemanfaatan AI.

 

Fajar Santosa, S.H., mengungkapkan ada lima indikator percepatan program penurunan angka stunting yang akan diintegrasikan dalam aplikasi AI:

 

Genting (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting): Program ini berfokus pada pencegahan stunting, peningkatan gizi ibu menyusui, dan peningkatan kesehatan anak.

Tamansyah (Taman Asuh Sayang Anak): Menciptakan tempat pengasuhan berstandar tinggi untuk mempererat ikatan emosional antara anak dan ibu.

Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Mendekatkan hubungan ayah dengan anak melalui berbagai poin, seperti pengiriman surat langsung kepada ayah jika anak bermasalah di sekolah, ayah yang wajib mengambil rapor anak, dan keterlibatan suami dalam program Keluarga Berencana (KB).

Sidayah (Lansia Berdaya): Program peningkatan kesehatan lansia (usia mulai 45 tahun) dengan edukasi serta tips dan trik menjaga kesehatan.

Artificial Intelligence (AI): Sebagai hasil akhir dari semua indikator program, AI akan mengolah data dan angka untuk merekomendasikan kebijakan yang cepat dan tepat kepada stakeholder terkait dan pemerintah.

Fajar Santosa, S.H., menambahkan bahwa dengan suksesnya Quick Win DAK BOKB dari BKKBN, diharapkan dapat tercipta kerja nyata di tengah masyarakat. “Bila Quick Win DAK BOKB dari BKKBN ini dijalankan. Pada perayaan hari keluarga, Pemda Babar menentukan angka kelahiran dan menurunkan angka perceraian. Ini bisa bantu di kantor sebelah,” canda Fajar Santosa, disambut gelak tawa dalam ruangan kerja Bupati Bangka Barat.

 

Audiensi diakhiri dengan sesi foto bersama stakeholder terkait dan Bupati Babar, menandai komitmen bersama untuk mewujudkan birokrasi yang tidak hanya berwacana, tetapi juga penuh aksi dan inovasi. Diharapkan kepemimpinan Bupati Bangka Barat saat ini akan membawa wajah pembangunan yang baru, lebih inovatif, dan kreatif bagi masyarakat.

Exit mobile version