Karya: Diwan Maulana (SDN 5 Namang)
Pagi yang cerah, matahari bersinar terik. Angin yang bertiup memasuki jendela pintu kamarku dan mengenai rambut hitamku. Oh ternyata hari sudah pagi. Saya teringat bahwa kami akan berangkat berkemah ke Koba. Aku menyiapkan alat-alat dapur serta sembako. Setelah itu, aku mandi dan tak lupa sarapan.
Tepat jam 07.00 WIB saya berangkat ke sekolah. Saya bertemu dengan teman-teman yang juga ikut berkemah. Sekitar jam 08.00 WIB Kakak Pembina pramuka datang ke sekolah dan menghitung jumlah siswa yang ikut berkemah. Kakak Pembina pramuka kami bernama Kak Titi dan Kak Revi, mereka kakak Pembina yang baik, ceria dan perhatian. Tidak lama kemudian mobil bis datang dan membawa kami ke Titian Puspa atau bumi perkemahan.
Setelah datang ke tempat kemah kami membantu kakak Pembina mendirikan tenda dan menghiasinya. Setelah mendirikan tenda kami segera mengikuti kegiatan seperti festival peragaan busana daur ulang, tari dan cerdas cermat. Saya terpilih menjadi perwakilan lomba peragaan busana daur ulang dari SDN 5 Namang. Perasaan saya deg-degan namun saya harus tetap berusaha percaya diri. Saya bersama teman saya yang bernama Nayzila. Tiba saatnya nama kami dipanggil, kami maju mengitari jalan yang ditandai menggunakan karpet. Setelah di depan juri kami bergaya layaknya seorang model professional. Setelah kegiatan peragaan busana selesai kami ke tenda masing-masing dan beristirahat.
Tiba saatnya malam terakhir, malam api unggun setelah melewati malam-malam yang sangat melelahkan dan menyenangkan. Kemudian kami bersiap untuk mengikuti acara api unggun. Sebelum kami mengikuti kegiatan tersebut, kami memakai pakaian yang diarahkan oleh kakak Pembina kami yang bernama Kak Revi. Setelah memakai pakaian tersebut kami berjalan dan berbaris sesuai yang diarahkan kakak untuk melihat api unggun. Kemudian api unggun menyala sangat besar diikuti oleh kembang api yang membuat kami merasa terkejut dan gembira melihat langit dimalam penuh warna kembang api. Ada warna merah, hijau, kuning, dan biru indah sekali. Terdengar sorak-sorakan orang bertepuk tangan dan kakak Pembina dari panggung mengucapkan salam pramuka, kami semua menjawab salam dengan nada keras dan penuh semangat. Setelah acara api unggun selesai kami pun kembali ke tenda masing-masing dan tidur.
Kegiatan berkemah diadakan Se-Kabupaten Bangka Tengah. Kami terdiri dari 2 kelompok tiap kelompok terdiri dari 10 anak. Perasaanku sangat senang karena sangat dilatih mandiri, bertanggung jawab, disiplin, rapi, kerja sama dan berinteraksi dengan lingkungan.
Pengalaman yang paling berkesan selama berkemah ialah bertemu dengan teman-teman yang beda sekolah. Kami dapat berkenalan dan bersama-sama pada saat mandi, kami harus mengambil air di sumur yang mana harus menderek air dengan ember. Dan pada saat tidur pun kami harus disiplin karena jika tidurnya larut maka akan kesiangan.
Saya bangga menjadi anak pramuka, karena dengan mengikuti kegiatan pramuka saya jadi tahu kepemimpinan, kedisiplinan, bertanggung jawab, dan menghargai semua anak yang juga ikut berkemah. Setelah melewati 5 hari kami berkemah, akhirnya kami dapat menyelesaikan kegiatan tersebut dengan baik. Kami pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput mobil bis dan membawa kami pulang ke desa kami yang bernama Cambai.
Tulisan ini merupakan karya peserta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2025 Tingkat Kecamatan Namang.













Karya saya ☺