Bumiku Sayang

Ilustrasi. Sumber Google

Oleh: Natasya Trisheyla (SDN 6 Koba)

Hai teman-teman semua! Perkenalkan namaku Kaycee Arabella! Aku berumur 7 tahun! Hari ini aku akan pergi ke pantai bersama keluargaku loh! Aku sangat senang sekali akan hal itu, karena aku dapat bermain air dan pasir! Kaycee dengan gembira dan semangat.

Lalu, Kaycee pun pergi untuk menyiapkan barang-barangnya untuk bermain di pantai. Tapi.. betapa terkejutnya dia saat melihat bahwa pantai tersebut telah di penuhi oleh sampah plastik, kertas, dan juga di penuhi oleh plastik-plastik jajanan anak-anak.

Kaycee beserta keluarganya langsung mengambil tindakan yaitu, Operasi Membersihkan Sampah-sampah Di Bumi! mereka juga akan mengumpulkan orang-orang yang harusnya bertanggung jawab. Mereka juga mengumpulkan orang-orang yang ingin membersihkan secara sukarela dan mencegah orang-orang untuk membuang sampah sembarangan karena Bumi bisa saja hancur karena ulah manusia.

Tindakan ini tentunya dengan persetujuan oleh pihak yang berwajib, jadi Kaycee beserta keluarganya melakukan hal yang legal dan tepat. Setelah mengumpulkan orang-orang yang ingin dan bertanggung jawab dalam pembersihan pantai dari sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, mereka juga tak lupa memasang palang agar hal ini tidak terjadi lagi untuk beberapa waktu ke depannya!

Setelah Ayah Kaycee menjelaskan bahwa Bumi sedang tidak baik-baik saja karena ulah manusia itu sendiri.

“BERANI BERBUAT BERARTI BERANI BERTANGGUNG JAWAB!!!” Sorak Ayah yang disaksikan oleh orang-orang yang telah dikumpulkan oleh Kaycee beserta keluarganya. Tiba-tiba, ada seseorang yang bersorak kembali kepada seluruh mata yang berada di sana : “AKU SIAP MENJAGA DAN MERAWAT BUMIKU INI!!! AKU JANJII!!”

Sorakan tersebut membawa semangat yang membara dari orang-orang yang awalnya kurang senang akan hal yang dilakukan oleh keluarga Kaycee karena kesannya yang seperti semena-mena dalam hal yang tidak penting tapi sekarang mereka semua berpihak kepada keluarga Kaycee. Kaycee sangat senang, karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa orang-orang di depannya adalah orang-orang yang berbakti dengan Bumi.

Semuanya telah mengambil posisi operasi pembersihannya. Dalam hitung 3 detik, peluit akan ditiup lalu semangat yang membara akan membersihkan pantai yang penuh sampah. Peluit telah di tiup. Semuanya memungut dan menyeret sampah ke tepi daratan untuk diolah dan dibuang pada tempatnya, serta hewan-hewan yang tenggelam dan keracunan akibat kandungan dari olahan sampah kemasan dan sampah-sampah plastik lainnya juga diselamatkan sebisa mungkin.

Kaycee mendapat bagian menyeret sampah yang sudah dibawa ke tepian pantai. Saat Kaycee ingin mengambil sampah kemasan yang berada di ujung kanan tepian pantai, ia berlari untuk mencapai sampah tersebut karena ada kura-kura yang sedang memperjuangkan hidupnya.

Saat ia hampir sampai dan hendak mengambil sampah kemasan tersebut, ia tak sengaja menginjak kail pancingan yang tertutup oleh sampah. Kail tersebut sangat tajam dan besar sehingga itu membuat Kaycee menangis kesakitan dan teriak untuk meminta pertolongan. Untungnya ada seorang pemuda baik yang membawa Kaycee ke rumah sakit terdekat untuk mengecek kondisi Kaycee. Tak lupa juga ia menyelamatkan kura-kura yang terlilit kemasan.

Ibu Kaycee yang menyadari bahwa anaknya hilang langsung melapor ke Ayah yang juga sedang mencari keberadaan Kaycee. Ayah menugaskan beberapa pria untuk mencari putrinya yang hilang dan sebagiannya tetap melanjutkan Operasi Membersihkan Sampah-sampah Di Bumi. Ibu sangat panik dan Ayah menyuruh Ibu untuk beristirahat agar dirinya tenang dan teratur.

Di sisi lain Kaycee yang bersama pemuda itu telah sampai di rumah sakit dan mengajukan tindakan operasi untuk mencabut kail besar yang tertancap di kakinya itu. Dokter setuju akan hal itu tetapi dokter memerlukan persetujuan orang tua dan jika orang tua setuju maka dokter akan meminta untuk menandatangani kertas yang telah disediakan oleh dokter tersebut.

Pemuda itu yang mengetahui bahwa ia membawa gadis kecil ini tanpa sepengetahuan pihak keluarga, bergegas berlari menuju pantai penuh sampah tadi lalu bergegas mencari orang tuanya. Untungnya pria itu cepat tanggap akan situasi yang genting di sana karena ia melihat orang-orang yang mencari gadis yang dia bawa adalah gadis yang dicari-cari mereka. Pemuda itu cepat-cepat mencari orang tua dari gadis itu. Untungnya orang tua wali dari sang gadis telah di temukan, ia bergegas mengajak orang tua itu untuk menemui anaknya yang menunggu di rumah sakit.

Dalam perjalanan, pemuda tersebut menceritakan apa yang terjadi kepada orang tua itu. Sesampainya di rumah sakit, Ayah dan Ibu setuju untuk melakukan operasi, maka dari itu dokter meminta tanda tangan dari orang tua. Tanda tangan telah di terima, dokter menyiapkan tempat dan menghantarnya ke ruang operasi. Tak lupa juga mengirimkan perawat dan dokter lainnya yang ikut dalam operasi ini karena kail tersebut telah lama berada di kaki Kaycee, jadi mereka takut akan makin parah dan terinfeksi oleh karat dari besi-besi tersebut.

Saat mendengar kata “operasi” Kaycee sontak takut dan kaget akan hal itu. Ia tak menyangka akan separah itu. Ia berkata pada ibunya bahwa ia sangat takut dan ingin membatalkan operasi. Tapi semua itu terlambat karena Ayah dan Ibu sudah menandatangani dengan dokter. Dokter juga telah menyiapkan ruang operasi serta dokter dan suster-suster, jadi itu tidak mungkin dibatalkan atau memilih cara lain karena melakukan operasi sudah menjadi kesimpulan bulat orang tuanya.

Kaycee yang mendengar penjelasan ibunya tadi hanya bisa pasrah dan meyakini dirinya bahwa tidak apa-apa jika menggunakan cara operasi. Saat ia hendak masuk ke ruangan operasi, ia berpesan pada ibunya bahwa jangan takut dan khawatir dengan dirinya. Ibunya terharu karena keberaniannya karena yang awalnya ia takut sekarang malah Ibu yang takut.

Operasi telah selesai. Ia berada di ruangan pasien dan sedang beristirahat. Ibu bangga dengan anaknya karena memilih jalan yang benar. Ia mengelus anaknya dengan tangisan bahagia dan bangga karena telah dikaruniai anak yang sangat cantik dan bijak. Saat hendak menarik tangannya kembali dari pipi Kaycee, tiba-tiba Kaycee menggerakkan tanggannya lalu menggenggam tangan ibunya, lalu berkata dengan samar.

“Jangan khawatir, bu!”

Momen tersebut disaksikan oleh pemuda dan Ayah Kaycee dan juga dokter yang tersentuh akan hal itu. Ruangan tersebut dipenuhi tangisan haru yang di ciptakan oleh Kaycee. Saat Kaycee telah pulih, ia sudah boleh dipulangkan, semuanya sangat bahagia akan hal itu. Tapi, sebelum pulang, Ayah dan Ibu sangat berterima kasih dengan pemuda tersebut dan berniat memberikan uang sebesar Rp. 900.000,00 tapi pemuda itu menolak uang tersebut. Ayah dan Ibu sangat tersentuh akan kebaikan pemuda tersebut jadi, Ibu meminta agar saat pemuda itu membutuhkan pertolongan, mintalah kepada kami terlebih dahulu. Pemuda mengiyakan hal tersebut lalu mereka berpisah. Tak lupa Ibu menanyakan nama pemuda tersebut dan namanya adalah Adrien Christian.

Kaycee menanyakan soal pantai yang mereka lakukan Operasi Membersihkan Sampah-sampah Di Bumi itu bagaimana lalu Ayah memberitahu kepadanya bahwa pantai tersebut telah bersih dan telah jernih air lautnya. Lalu ayah berinisiatif untuk mengajak Kaycee dan Adrien untuk melihat pantai yang bersih dan cantik.

Dan betapa tak percayanya Kaycee bahwa pantai yang dulunya dipenuhi sampah adalah pantai yang dilihatnya sekarang. Begitu juga Adrien yang berpikir bahwa pantai yang ini bukanlah pantai yang dulunya dipenuhi sampah. Mereka pun bermain-main sampai Ayah dan Ibu beserta orang-orang yang ikut dalam proyek Operasi Membersihkan Sampah-sampah Di Bumi itu telah menyiapkan kejutan untuk Kaycee yang telah sehat dengan senyum tawa riangnya. Ternyata, sang Ayah telah menyewa pantai itu untuk dipakai sebagai kejutan untuk kembalinya putri kecilnya. (BP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *