Puisi  

Cinta, Kecewa, dan Kematangan Hati

Karya: Yanto In Action 

Bukan berarti cinta itu keliru dan salah

Saat kecewa menyapa tanpa diduga

Manusia memang takkan pernah sempurna

Bisa lalai, salah sangka, tak sanggup menunaikan janji

 

Harapan kerap melayang terlalu tinggi

Padahal diri pun belum paham hakikatnya

Jika hati enggan belajar menerima

Sedikit retak terasa seperti runtuh sepenuhnya

 

Menerima bukan berarti rela diinjak

Bukan pasrah dihina tanpa perlawanan

Hanya paham: cinta dan luka bersanding erat

Seperti siang dan malam yang tak terpisahkan

 

 

Tak perlu buru‑buru membenci saat terluka

Tak perlu memutus benang hanya karena goresan

Itulah tanda hati perlahan tumbuh dewasa

Mengerti rasa tanpa hilang pertimbangan

 

 

Memaafkan itu bijak, bukan berarti lemah

Melepaskan beban agar napas kembali lega

Menjaga batas adalah harga diri sendiri

Supaya tak diinjak seenaknya orang lain

 

 

Tetaplah berkasih walau pernah dikhianati

Tetaplah percaya walau pernah disakiti

Cinta indah tak luntur oleh satu kekeliruan

Ia ditempa justru lewat ujian yang berat

 

 

Cinta sejati tak menuntut kemutlakan

Ia merawat kekurangan dengan sabar

Mengerti bahwa perjalanan tak selamanya rata

Ada tanjakan, jurang, juga jalan yang terjal

 

 

Akhirnya kita belajar mencintai dengan benar

Memuliakan diri, juga menghargai dia

Bahagia dibangun di atas hati yang matang

Bukan dari harapan yang tak berpijak nyata

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *