Laporan : Sukma Wijaya
Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Sebanyak 200 lebih orang datang ke Aula Hamidah Kantor Bahasa Bangka Belitung yang berlokasi di area Perkantoran Pemerintah Provinsi Kep. Babel pada hari Sabtu tanggal 25 Oktober 2025. Gedung baru ini menjadi meriah dengan peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota se-Babel.
Kehadiran para peserta ini untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Teknik Bercerita yang diadakan oleh Kampung Dongeng Bangka Belitung sebagai satu-satunya komunitas sastra asal Bangka Belitung yang menerima Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Fasilitasi dan Apresiasi bagi Komunitas Sastra tahun 2025 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Peserta pelatihan dijaring melalui media sosial dan diwajibkan mendaftar pada tautan yang disediakan oleh panitia. Antusias dari para peserta membuat panitia sudah menutup pendaftaran di hari 3 sejak dibukanya pendaftaran. Bahkan banyak peserta yang bersedia masuk ke dalam daftar tunggu.
Kegiatan dibuka oleh Muhammad Irsan,S.S.,M.Hum. selaku Kepala Kantor Bahasa Bangka Belitung.
“Kantor Bahasa Bangka Belitung sangat mendukung kegiatan pengembangan sastra yang dilakukan oleh komunitas Kampung Dongeng Bangka Belitung. Aula Hamidah terbuka untuk aktifitas literasi masyarakat Bangka Belitung,” ungkap Irsan dalam sambutannya.
“Kegiatan Kampung Dongeng Bangka Belitung tahun 2025 kali ini mengusung tema “Ngangket Bateng Terendem”, dengan maksud hendak mengangkat kembali budaya bercerita menggunakan bahasa Melayu Bangka Belitung. Berdasarkan pengamatan sederhana kami, saat ini anak-anak di wilayah perkotaan Pangkalpinang sudah jarang menggunakan bahasa daerah. Kami merasa berkewajiban untuk kembali mengenalkan keindahan bahasa Melayu Bangka Belitung dalam cerita yang penuh makna,” jelas Desri Susilawani, Ketua Kampung Dongeng Bangka Belitung.
“Pelatihan ini ditujukan untuk semua lapisan masyarakat yang memiliki minat yang sama dalam mengembangkan teknik bercerita yang menarik bagi anak. Dengan penyampaiannya tepat, cerita akan terasa lebih berkesan bagi yang mendengarkannya,” tambah Desri.
Peserta menunjukkan antusiasnya dari awal hingga akhir acara, seperti yang disampaikan oleh Putri Rahmawati, seorang mahasiswi UnMuh Babel asal Toboali, menyatakan akan mengikuti kembali acara seperti ini dengan penuh semangat bila diadakan lagi.












