Oleh: Meilanto
Menelisik peta topografi Opgenomen door den Topografischen Dienst in 1928-1929, Pangkalpinang, D D 30,7 yang diterbitkan tahun 1931, memuat topografi Kampung Tuatunu. Di kampung itu ada tiga masjid salah satunya masjid yang saat ini kita kenal dengan nama Masjid Al Mukarrom.
Dalam peta tersebut, masjid berada di Utara jalan raya yang lebarnya 2-4 meter (2-4 m breed is). Masjid terbuat dari batu yang ditandai dengan warna merah. Utara masjid terlihat masih ada pemukiman penduduk dan kebun lada (Regelm; aangeledge pepertuinen), karet (rubber) dan lahan basah (drasland) yang merupakan bagian dari hulu Sungai Selindung.
Sumber: Collection Leiden University
Masjid Al Mukarrom berada di ujung kampung dan selanjutnya ada empat jembatan kecil dari bambu (van hout of bamboe) daerah lahan basah (drasland) dan selanjutnya ada pemukiman penduduk lagi.
Sumber: Google
Dalam perkembangannya, kini Masjid Al Mukarrom sudah dibangun dengan lebih modern dengan kubah masjid berundak dua tingkat dengan warna hijau. (BP/ KM)*
