Orang Lom Belajar Pariwisata Berbasis Budaya di Jogjakarta

Yogyakarta_bekaespedia.com. Ada lima orang Mapor di Jogja dari tanggal 24 sampai dengan 31 Agustus 2025. Bukan untuk sekolah atau kuliah, tetapi belajar langsung cara mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Nyelater Jogja dipilih menjadi judul kegiatan ini untuk mempresentasikan semangat belajar budaya di tanah Jawa tanpa melupakan identitas sebagai orang Mapor. Nyelater berasal dari bahasa Melayu Mapor berarti berkunjung dan bersilaturahmi. Dalam bahasa Melayu Bangka disebut Natak atau Ngayau. Atau dolan versi orang Jawa.

Tidak sekedar berkunjung, selama 7 malam 8 hari, mereka akan selalu berpindah tempat, dari Kalurahan budaya ke kalurahan budaya lainnya, dari daya tarik wisata budaya ke DTW budaya lainnya.

Mereka akan merasakan sensasi menginap di rumah tradisional Jawa berbentuk Limasan dan Joglo dengan keunikan dekorasinya. Aneka macam masakan Jawa dengan cita rasa legendarisnya menjadi tantangan langsung untuk beradaptasi di tanah Orang. Apalagi nanti akan dilayani jamuan dengan gaya sinoman ala orang lereng Gunung Merapi. Mereka disuguhi cara orang Jawa memuliakan makanan dan tamunya.

Tidak hanya melihat pertunjukan seni yang ditampilkan, mereka akan melihat proses mengemas objek kebudayaan yang tradisional menjadi menarik dan terlibat langsung dalam pelatihan. Jika beruntung terlibat aktivitas berbudaya seperti Kenduren dan Merti Dusun.

Berinteraksi dengan pengelola kalurahan budaya, pokdarwis, pelaku budaya dan pelaku usaha dikemas dalam bentuk diskusi ringan setiap malam dengan suguhan kopi dan teh manisnya.

“Kita berharap kunjungan ini menjadi media pembelajaran langsung bagi kawan-kawan Air Abik dan sekaligus pilot project teman-teman pengelola kalurahan budaya dan pendamping budaya untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya di Yogyakarta” ujar Ali Usman, pengawas Lembaga Adat Mapor.

Adapun tujuan kegiatan Nyelater Jogja ini akan mengunjungi Kalurahan/Kelurahan Budaya antara lain :

1. Kalurahan Jatimulyo Kapanewon Girimulyo Kabupaten Kulon Progo,

2. Kalurahan Wukirsari Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul,

3. Kalurahan Girirejo Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul,

4. Kalurahan Sriharjo Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul,

5. Kalurahan Nglanggeran Kapanewon Pathuk Kabupaten Gunungkidul,

6. Kalurahan Argomulyo Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman,

7. Kelurahan Purbayan Kemantren Kotagede Kota Yogyakarta,

8. Kelurahan Prenggan Kemantren Kotagede Kota Yogyakarta,

9. Kalurahan Panggungharjo Kapanewon Sewon Kab. Bantul

Kampong Adat Gebong Memarong merupakan binaan PT Timah sejak 2022. Konsep keberlanjutan masih berlangsung dan konsisten dengan tujuan menyejahterakan masyarakat sekitarnya. Untuk itu perlu belajar konsep balkondes binaan BUMN di sekitar Candi Borobudur. Teman-teman Aik Abik akan berkunjung ke Balkondes Karangrejo kecamatan Borobudur kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah yang merupakan binaan PGN.

Jogjakarta terkenal sebagai kota Budaya. Alangkah sayangnya jika tidak merasakan atmosfer berbudaya di tanah Mataram. Destinasi Wisata Budaya yang akan dikunjungi antara lain :

1. Wisata Sumbu Filosofi (Tugu Yogyakarta-Kraton-Panggung Krapyak)

2. Museum Sonobudoyo

3. Makam Raja-Raja Kotagede

4. Between Two Gates Kotagede

5. Candi Borobudur.

6. Rumah Budaya Tembi

7. Museum Kotagede

8. Kotagede Heritage Homestay

10. Museum Ullen Sentalu

Rugi besar, jauh-jauh dari Tanah Mapor tidak makan Gudeg yang legendaris. Kita akan merasakan sensasi makanan tradisional Jawa di :

1. Kampoeng Mataraman Kalurahan Panggungharjo Kapanewon Sewon

2. Warung Bu Ageng

3. Sate Klatak

 

Kegiatan Nyelater Jogja ini berlangsung hasil kolaborasi antara PT Timah TBK dengan Lembaga Adat Mapor.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Timah yang telah konsisten membina Budaya Mapor dan memberi kesempatan pengembangan kapasitas SDM Budaya dengan berkunjung ke Jogjakarta”, imbuh Ali Usman yang kini bertugas di Dinas Kebudayaan DIY sejak Agustus 2024 ini.

Kita sangat berharap kolaborasi keberlanjutan ini tetap berjalin dengan baik demi mewujudkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya bagi masyarakat Mapor dan Bangka Belitung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *