Laporan : Mang Je
Bekaespedia.com, Simpang Rimba,- Pemerintah Desa Gudang mengadakan Pelatihan dan Penyuluhan Penanganan Stunting serta Penguatan Kader Kesehatan di Gedung Pertemuan Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menekan angka stunting di wilayah setempat.
Acara ini dihadiri perangkat desa, Ketua BPD, Ketua RT 1 hingga RT 9, pendamping desa (PD), pendamping lokal desa (PLD), PLKB, kepala pustu, bidan desa, kader posyandu, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Kehadiran ini menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Tema dan Narasumber ;
Pelatihan kali ini mengusung tema “Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Perspektif Islam.”
Dua narasumber dihadirkan, yakni Sastra Handika (pendamping desa) dan Doni, S.Pd.I., M.Si.
Keduanya menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh keluarga, khususnya ibu, dalam menjaga pola makan dan kebersihan lingkungan.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan indikator utama PHBS yang wajib diterapkan di lingkungan keluarga untuk mencegah stunting, yaitu:
1. Persalinan oleh tenaga kesehatan
2. Pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–2 tahun
3. Penimbangan rutin bayi dan balita setiap bulan di Posyandu
4. Penggunaan air bersih
5. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir
6. Penggunaan jamban sehat
7. Pemberantasan sarang nyamuk
8. Konsumsi buah dan sayur setiap hari
9. Aktivitas fisik harian
10. Tidak merokok di dalam rumah
11. Memilih camilan sehat dan tidak berlebihan mengonsumsi manisan kemasan
Dari sudut pandang Islam, narasumber menekankan bahwa menjaga kesehatan dan kebersihan merupakan bagian dari ibadah (fardu kifayah) dan sejalan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Penerapan PHBS juga mencerminkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Desa Gudang, Imam Juchri menyampaikan bahwa penyuluhan ini merupakan kegiatan tahunan dan bentuk nyata komitmen desa dalam menurunkan angka stunting.
“Kami berharap angka stunting di Desa Gudang semakin rendah dan target desa bebas stunting dapat tercapai. Mari kita terapkan ilmu yang didapat demi terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Ketua BPD, Muslimin, mengajak para ibu untuk aktif mengikuti kegiatan kesehatan desa, terutama Posyandu, serta memperhatikan gizi anak.
“Peran ibu dalam keluarga sangat besar. Mari kita dukung bersama kegiatan ini demi kesehatan anak-anak kita,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Pustu Desa Gudang, Lenny Evarini, A.Md.Kep., menekankan pentingnya kunjungan masyarakat ke Posyandu sebagai langkah memantau tumbuh kembang anak. Ia juga berterima kasih kepada kader posyandu dan KPM atas peran aktif mereka.
Landasan Hukum dan Program Prioritas;
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional percepatan penurunan stunting yang diatur melalui:
Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting
Permendesa PDTT No. 2 Tahun 2024 tentang Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025
Berdasarkan regulasi tersebut, pemerintah desa memiliki kewenangan dan tanggung jawab langsung dalam pencegahan stunting, pemberdayaan kader, dan peningkatan layanan dasar.
Melalui kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini, Pemerintah Desa Gudang berharap pemahaman masyarakat tentang stunting semakin meningkat dan peran keluarga dalam pencegahannya semakin kuat. Kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan warga menjadi kunci keberhasilan program.
Dengan sinergi yang terus terjalin, Desa Gudang optimis mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.












