Ditulis oleh Kelompok 10.
Anggota:
- Hafiz Ilhamsyah (2301411616)
- Teri Sagita (2301411613)
- Kharisma Dillya Vandora (2301411605)
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.
Dosen Pengampu : Vika Martahayu, M. Pd.
Opini ini dibuat untuk memenuhi Tugas UAS Manajemen Kelas
Pendidikan merupakan salah satu pondasi utama dalam pembangunan suatu bangsa. Kualitas pendidikan yang diberikan oleh sebuah institusi pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan individu dan masyarakat secara keseluruhan (Wahyuanto, 2022). Salah satu elemen penting yang memengaruhi kualitas pendidikan adalah kualitas sarana dan prasarana sekolah (Arjang et al., 2024). Sarana dan prasarana yang memadai di lingkungan sekolah khususnya fasilitas ruang kelas, dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan motivasi belajar siswa, serta mendukung proses pembelajaran yang efektif (Oktarifaldi et al., 2024).
Dalam perkembangan dunia pendidikan saat ini setiap lembaga pendidikan baik formal maupun non formal berusaha untuk memberikan dan melengkapi fasilitas yang ada di lembagannya untuk memenuhi kebutuhan semua warga sekolah baik itu guru, staf-staf, peserta didik dan orang tua murid. Dalam upaya melengkapi fasilitas yang ada sebuah lembaga pendidikan dikatakan maju apabila ketersediaan sarana dan prasarananya memadai berkaitan dengan proses belajar peserta didik. Proses belajar mengajar dapat meningkat dengan didukung adanya sarana dan prasarana yang memadai Sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar mengajar. Hal ini merupakan faktor yang harus diperhatikan oleh sebuah lembaga pendidikan karena mempengaruhi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Adanya fasilitas dan infrastruktur sangat membantu dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Fasilitas ini sangat penting untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, membuat siswa lebih tertarik dan mudah memahami penjelasan dari guru. Proses belajar efektif disebabkan beberapa hal contohnya pola duduk siswa dalam pelaksanaan pembelajaran.
Penataan tempat duduk di dalam kelas memang sering kali dianggap sepele, padahal merupakan faktor penting yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran (Kurniasih et al., 2024). penataan tempat duduk sangat berperan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Pengaturan ini tidak hanya mempengaruhi kenyamanan fisik siswa tetapi juga berdampak pada kualitas interaksi antara guru dan siswa serta di antara siswa sendiri (Istiqomah, Sulistyarini and Khusniyah, 2023).
Penataan tempat duduk yang baik bisa meningkatkan fokus dan keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar. Misalnya, penataan dalam bentuk lingkaran atau kelompok memungkinkan adanya diskusi yang lebih aktif dan kolaborasi yang lebih mudah antara siswa (Lorenza dkk., 2024). Hal ini dapat membantu guru untuk lebih mudah memantau aktivitas belajar siswa dan memastikan setiap siswa berpartisipasi secara aktif (Adinda dkk., 2019). Selain itu, suasana kelas yang terorganisir dengan baik juga dapat meningkatkan disiplin dan motivasi siswa untuk belajar lebih giat (Fitriana dkk., 2024). Secara keseluruhan, penataan tempat duduk di kelas tidak hanya bertujuan untuk kenyamanan, tetapi juga mempengaruhi berbagai aspek dalam pembelajaran seperti fokus, partisipasi, dan interaksi sosial yang sangat penting bagi tercapainya hasil belajar yang optimal (SUSMONO, 2022).
Penataan tempat duduk di kelas mengacu pada bagaimana meja, kursi, atau elemen tempat duduk lainnya diposisikan untuk memfasilitasi pengajaran, pembelajaran, dan pembelajaran yang efektif. Pengaturan ini tidak hanya tentang menciptakan ruang fisik dan membentuk interaksi sosial dan akademis di antara siswa dan antara siswa dan guru. Pengaturan ini juga dapat memengaruhi fokus, kolaborasi, dan bahkan perilaku.
Penataan tempat duduk di kelas dapat menjadi pengubah permainan untuk mendorong keterlibatan siswa. Siswa dapat didorong untuk bekerja sama dalam kelompok atau menjadi lebih terisolasi tergantung pada bagaimana meja diatur. Penataan tempat duduk kelas yang baik harus menyeimbangkan interaksi siswa dengan kebutuhan guru untuk mengendalikan kelas.
Penataan tempat duduk di kelas bukan hanya tentang ruang fisik penataan tempat duduk membentuk dinamika pembelajaran. Penataan tempat duduk yang tepat membantu meningkatkan kolaborasi, meningkatkan fokus, dan mendorong perilaku positif. Penataan tempat duduk yang baik menumbuhkan lingkungan yang memungkinkan siswa berkembang.
Tempat duduk yang tepat dapat meningkatkan partisipasi, memperbaiki pengelolaan kelas, dan mengurangi gangguan. Penataan tempat duduk di kelas memiliki pengaruh yang besar, yang memengaruhi cara siswa berinteraksi dengan materi dan satu sama lain. Pemilihan tempat duduk juga dapat membantu menciptakan ruang yang sesuai dengan berbagai penataan tempat duduk di kelas untuk berbagai kegiatan dan tujuan.
Menurut beberapa ahli psikologi, posisi tempat duduk memengaruhi konsentrasi belajar siswa. Sebagian dari mereka bisa fokus dengan duduk di depan dan berinteraksi lebih dekat dengan guru, ada juga dari mereka yang lebih fokus duduk di belakang. Hal ini menyimpulkan bahwa pendapat ahli tersebut bersifat relatif, tergantung pada siswa masing-masing. Namun, ahli lainnya mengungkapkan bahwa 25% siswa yang duduk di belakang cenderung lebih mudah terdistraksi akan fokusnya dalam menangkap materi sehingga menjadikan mereka siswa yang tertinggal.
Pendapat di atas serupa pula dengan pernyataan (Ronal dalam Mansyur, 2017) bahwa siswa yang duduk di depan akan merasa lebih bertanggung jawab untuk mendengarkan guru yang sedang mengajar, sehingga mereka mau tidak mau harus fokus dengan mata pelajaran yang disampaikan. Sedangkan, siswa yang duduk di belakang merasa tidak diperhatikan, sehingga mereka bebas melakukan apapun atau tidak mendengarkan materi. Dalam penataan kelas, guru memiliki peran yang cukup penting, karena tujuan pembelajaran akan tercapai jika guru berhasil untuk menerapkan pembelajaran dan juga melakukan pengelolaan kelas dengan baik. Menurut Husna, N (2020) Pengelolaan kelas adalah sebuah seni untuk guru bekerja dalam mengoptimalkan suasana kelas demi terciptanya suatu proses pembelajaran yang efektif, menyenangkan dan efisien. Pengelolaan kelas juga memiliki tujuan untuk melakukan berbagai kegiatan dalam proses pembelajaran nantinya. Seorang guru memang sudah seharusnya melakukan salah satu perannya yaitu melakukan penataan ruang kelas, agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar yang baik (Aini and Alfan Hadi 2023).
Guru sebagai pengelola kelas merupakan orang yang mempunyai peranan yang strategis yaitu orang yang merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di kelas, orang yang akan mengimplementasikan kegiatan yang direncanakan dengan subjek dan objek siswa, orang menentukan dan mengambil keputusan dengan strategi yang akan digunakan dengan berbagai kegiatan di kelas, dan guru pula yang akan menentukan alternatif solusi untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang muncul; maka dengan tiga pendekatan-pendekatan yang dikemukakan, akan sangat membantu guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya. Guru sebagai pengelola kelas merupakan orang yang mempunyai peranan yang strategis yaitu orang yang merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di kelas, orang yang akan mengimplementasikan kegiatan yang direncanakan dengan subjek dan objek siswa, orang menentukan dan mengambil keputusan dengan strategi yang akan digunakan dengan berbagai kegiatan di kelas, dan guru pula yang akan menentukan alternatif solusi untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang muncul; maka dengan tiga pendekatan-pendekatan yang dikemukakan, akan sangat membantu guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya. Peran guru dalam penataan ruang kelas sangat penting karena memiliki dampak besar pada pengalaman belajar siswa. Sebagai arsitek lingkungan belajar, guru memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang yang mendukung pertumbuhan akademik, sosial, dan emosional siswa. Salah satu aspek utama dari peran ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan menarik. Dengan menggunakan dekorasi yang cerdas, warna yang menyegarkan, dan tata letak yang inovatif, guru dapat membuat ruang kelas menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar dan berinteraksi.
Dalam pembelajaran pentaan pola duduk siswa berpengaruh dalam pembelajaran yang efektif untuk mendukung proses pembelajaran Adapun tata letak tempat duduk di kelas: berpasangan, individual, presentasi, kelompok empat, tugas sudut, U-shape, double U-shape, konfrensi, konfrensi besar, herringbone, barisan, kombinasi computer, kupu-kupu, mata, lingkaran, kelompok besar dan kuda-kuda. Tata letak tempat duduk di atas memiliki tujuan dan funsi efektif, kelebihan dan kekurangan guru harus meyesuaikan tata letak mana yang efektif digunakan saat situasi pembelajran yang dilaksanakan. (BP)*












