Laporan : Belva Al Akhab
Bekaespedia.com, Kelapa, Bangka Barat – Di tengah imbauan efisiensi anggaran pemerintah, Pondok Pesantren Darul Ulum An Naml di Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, membuktikan bahwa semangat berbagi tak mengenal batasan. Sabtu (14/06/2025) menjadi hari yang istimewa, ketika ratusan masyarakat dari berbagai penjuru desa tumpah ruah memadati area pesantren untuk mengikuti bakti sosial akbar bertajuk “Tasyakur Khotmil Qur’an, Khotmil Yanbu’a, Sunatan Massal, dan Aqiqah Massal.” Acara ini bukan hanya wujud syukur, tetapi juga bukti nyata dedikasi pesantren untuk melayani dan memberdayakan masyarakat.

Sejak pagi, suasana di Pondok Pesantren Darul Ulum An Naml sudah dipenuhi antusiasme. Ratusan warga, mulai dari anak-anak yang bersemangat ingin disunat hingga orang tua yang haru melihat anak-anaknya diakikahkan, membanjiri lokasi. Deru tawa dan celotehan anak-anak bercampur dengan obrolan hangat para orang tua, menciptakan atmosfer kebersahajaan yang kental. Bahkan, 500 kursi yang disediakan panitia ludes terisi, membuat banyak warga rela berdiri demi menyaksikan langsung kebahagiaan yang terpancar dari setiap sudut pesantren.

Kegiatan yang sarat makna ini menjadi puncak dari pencapaian para santri yang telah khatam pembelajaran Al-Qur’an dan metode Yanbu’a. Tiga agenda utama yang menjadi sorotan adalah:
Tasyakur Khotmil Qur’an dan Khotmil Yanbu’a: Simbolisasi berakhirnya fase penting dalam pendidikan Al-Qur’an dan tajwid para santri.
Sunatan Massal Gratis: Memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menjalani sunat tanpa beban biaya.
Aqiqah Massal: Pemotongan hewan kambing khusus bagi anak-anak yang belum berkesempatan diaqiqahkan, meringankan beban orang tua dalam menunaikan ibadah aqiqah.
Antusiasme masyarakat tak terbendung. Target awal 20 anak untuk sunatan massal justru melonjak menjadi 28 anak. Demikian pula dengan aqiqah massal, dari target 6 kambing, masyarakat justru menyumbang hingga 8 ekor kambing, sebuah sinyal kuat akan tingginya kepercayaan dan dukungan terhadap pesantren ini.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, menunjukkan sinergi antara pesantren dan pemerintah. Hadir antara lain PLT Asisten I Pemkab Bangka Barat, Kepala Bagian Kesra, perwakilan Kemenag Bangka Barat, Camat Kelapa, Lurah Kelapa, hingga kepala sekolah se-Kecamatan Kelapa. Kehadiran mereka semakin memperkuat legitimasi dan dampak positif dari kegiatan ini.
Ustadz Syaifudin Zuhri, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum An Naml, dengan wajah berbinar menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud syukur dan pengenalan kepada masyarakat tentang peran positif pesantren. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga menjadi pusat pemberdayaan. Lewat kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa dalam keadaan keterbatasan sekalipun, kita tetap bisa berbagi dan membahagiakan sesama,” ujarnya penuh semangat.
Ia tak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat respons luar biasa dari warga. “Kami benar-benar tidak menyangka. Banyak warga yang rela berdiri demi menyaksikan kebahagiaan anak-anak mereka. Ini menunjukkan besarnya kepercayaan dan cinta masyarakat kepada pesantren,” ucapnya.
Suasana haru dan bahagia menjadi pemandangan dominan. Senyum lebar terpancar dari wajah orang tua peserta sunatan, beberapa bahkan meneteskan air mata syukur. Ibu Rina, seorang warga Kelapa yang anaknya mengikuti sunat massal, tak henti-hentinya bersyukur. “Kami sangat terbantu. Biaya sunatan sekarang tidak sedikit, apalagi kami juga ingin anak kami diaqiqahkan. Alhamdulillah, pesantren memberikan kesempatan ini secara gratis. Kami sekeluarga sangat bersyukur,” tuturnya sambil memeluk erat anaknya.
Lebih dari sekadar bantuan, kegiatan ini juga menumbuhkan benih kepercayaan dan harapan baru. Beberapa wali murid secara terang-terangan mengungkapkan niat mereka untuk menyekolahkan anak-anaknya di Pondok Pesantren Darul Ulum An Naml. “InsyaAllah, anak saya yang bungsu akan kami daftarkan ke sini. Kami lihat pesantrennya aktif, dan penuh manfaat untuk masyarakat. Anak-anaknya juga sopan dan berilmu,” ujar Pak Wahyudi, warga Desa Kacung, dengan mantap.

Sebagai penutup yang membanggakan, Ustadz Syaifudin Zuhri mengumumkan bahwa pesantrennya kini telah memiliki izin operasional resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama RI. Ini berarti lulusan pesantren kini bisa melanjutkan pendidikan formal ke jenjang berikutnya secara legal. “Dengan izin resmi ini, kami siap menerima santri dari mana pun. Tidak hanya secara spiritual mendidik anak-anak dengan nilai-nilai Islam berlandaskan Al-Qur’an, tapi juga secara legal formal. Kami ingin mencetak generasi Qur’ani yang berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
Semangat gotong royong, rasa syukur, dan cinta masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu menjadi motor penggerak sosial di tengah masyarakat. Pondok Pesantren Darul Ulum An Naml Kelapa kini bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga rumah harapan bagi masa depan yang lebih cerah bagi Bangka Barat.












