Puisi  

Sajak Cinta di Bawah Menara Masjidil Haram

Karya: Yanto In Action 

 

Di bawah langit Masjidil Haram yang teduh nan suci,

Berdiri megah menara panggilan Ilahi,

Dua jiwa yang saling mengisi dan menyatu,

Menikmati damai di sela-sela waktu.

 

Putih bersih busana membalut raga,

Laksana bidadari dan kekasih yang setia,

Bukan sekadar tampilan mata memandang,

Tapi kesucian hati yang selalu terjaga.

 

Secangkir kopi hangat di tangan tergenggam,

Menemanikan obrolan kasih yang dalam,

Rasanya pahit manis bagai kisah hidup,

Namun manisnya cinta takkan pernah surut.

 

Di hadapan Masjidil Hasoram yang penuh berkah,

Cinta kami tumbuh subur penuh makna,

Bukan hanya cinta dunia yang fana,

Tapi cinta yang menuntun menuju surga.

 

Buku-buku ilmu menjadi saksi bisu,

Bahwa cinta kami tak buta dan kosong,

Dipadu dengan iman yang kokoh dan kuat,

Menjadi pelita di kala gelap datang.

 

Angin berhembus membawa ketenangan,

Menyapa wajah-wajah yang penuh kerinduan,

Semoga Allah meridhoi setiap langkah,

Menjaga ikatan suci hingga akhir masa.

 

Di tempat ini doa-doa mudah terangkat,

Minta agar cinta kami selalu terjaga,

Dijauhkan dari fitnah dan cobaan berat,

Selalu dalam lindungan Sang Maha Kuasa.

 

Masjidil Haram saksi, Mekkah Almukarromah menjadi bukti,

Cinta suami istri yang indah dan murni,

Berjalan beriringan memegang tangan-Nya,

Menuju kebahagiaan yang kekal abadi.

Mekkah, 5-05-2026

(Yanto In Action ( Guru, Penulis, Motivator & Da’wah Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *