Puisi  

“Satu Panggung Pengukuhan: Kita di Babel” 

karya :YANTO IN ACTION:

Awal yang Maya Empat musim berlalu, di ruang maya bertemu,

PPG satukan asa, di antara layar membiru.

Kini Babel memanggil, panggung pengukuhan terbentang,

Kita hadir bersama, kisah baru kita karang.

Rindu yang BersemiDulu hanya sapaan, lewat pesan yang beriringan,

Kini wajah tersenyum, dalam dekapan persaudaraan.

Empat musim berlalu, rindu bersemi di kalbu,

Di Babel ini kita bertemu, janji terucap, takkan berlalu.

Langkah yang TertundaLangkah tertunda sekian lama, mimpi terpendam di dada,

PPG membuka jalan, Babel menjadi saksinya.

Satu panggung pengukuhan, semangat membara di jiwa,

Kita ukir sejarah bersama, di tanah Babel tercinta.

Cahaya HarapanDi antara gedung dan tawa, cahaya harapan terpancar,

Empat musim PPG, menjadi bekal tak terbayar.

Kini di Babel kita berdiri, satu tekad dalam hati,

Mengabdi pada negeri, dengan ilmu yang kami miliki.

Jejak yang TerukirJejak digital terukir, di setiap sudut ruang maya,

Kini jejak nyata terukir, di panggung pengukuhan Babel jaya.

Empat musim berlalu, kenangan manis selalu,

Kita adalah saksi, PPG satukan kita selalu.

Simfoni KebersamaanSimfoni kebersamaan, teralun indah di udara,

PPG menjadi nada, Babel menjadi syairnya.

Satu panggung pengukuhan, harmoni dalam perbedaan,

Kita adalah keluarga, di tanah Babel yang ramah.

Pelukan Hangat BabelBabel memeluk kita erat, dalam hangatnya persahabatan,

Empat musim PPG, menguatkan tali persaudaraan.

Di panggung pengukuhan ini, kita berjanji sepenuh hati,

Untuk terus berkarya, demi Indonesia yang kita cintai.

Kisah yang AbadiKisah ini kan abadi, terukir dalam setiap hati,

Empat musim PPG, Babel menjadi saksi.

Satu panggung pengukuhan, awal dari pengabdian,

Kita adalah bagian, dari perubahan yang kita impikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *