Bekaespedia.com. Namang_Membanggakan, demikian kata yang terucap saat siswi dan kepala SDN 3 Namang diundang menghadiri acara bertajuk Idola Anak, salah satu program RRI Sungailiat, Minggu (12 April 2026).
Acara menghadirkan Khikanza Liga Kirana (Siswi Kelas VI) yang tahun 2025 juara 1 lomba menulis cerpen pada ajang FLS3N Tingkat Kecamatan Namang dan berhak mewakili Kecamatan Namang ke tingkat Kabupaten. Di tingkat Kabupaten Bangka Tengah, ananda Khikanza berhasil keluar sebagai juara 3 menyisihkan penulis cilik lainnya.
Dengan deretan prestasi tersebut, suatu kehormatan bagi ananda Khikanza bisa tampil pada acara Idola Anak walaupun via telepon.
Merangkai Kata Menjadi Cerita demikian judul acara yang dipandu oleh presenter RRI Sungailiat, Kak Mutiara Okta.
Ananda Khikanza tak sendiri, ia didampingi oleh kepala sekolah yang selalu mendukung kegiatan tumbuh kembang peserta didik.
“Alhamdulillah kami bangga dengan ananda Khikanza, semoga akan muncul Khikanza-Khikanza baru yang akan membawa harum SDN 3 Namang sehingga literasi pun bisa bertumbuh,” ujar Bu Mul saat ditemui di sekolahnya. Tentunya prestasi akademik dan non-akademik lainnya akan terus didorong untuk mendukung bakat dan minat peserta didik.
“Keberhasilan siswa ini tentunya berkat dukungan semua guru dan tenaga kependidikan SDN 3 Namang yang bahu-membahu mendukung bakat-bakat peserta didik.” Tambah ibu kepala sekolah.
Kecintaan membaca terlihat pada diri ananda Khikanza saat di sekolah. Setelah jajan, ia sering nongkrong di perpustakaan sekolah. Banyaknya koleksi buku di perpustakaan sekolah menjadi media bagi peserta didik untuk menyelami dunia yang lebih luas.
Apa isi cerpen Khikanza?
Cerpen yang ditulis oleh ananda Khikanza berjudul Petualangan di Istana Atlantis yang mengisahkan tentang Steven yang berlibur ke kampung halaman ibunya. Saat tamasya ke pantai, Steven dan sepupunya membuat istana pasir dan melihat lorong cahaya hingga akhirnya mereka masuk ke lorong cahaya tersebut. Ternyata lorong itu sampai ke istana yang megah yang dihiasi kerang-kerang. Di istana itu banyak binatang laut yang diratui oleh Elly yang sedang sakit. Sakitnya Ratu Elly diakibatkan oleh sampah karena ulah manusia. Sebelum mereka pulang, kuda laut menyampaikan pesan, “Tolong sampaikan pesan ini kepada warga di desa kalian bahwa jangan lah membuang sampah di laut, itu bisa merusak ekosistem dan kehidupan biota laut lainnya.”
Tentu cerpen yang penuh pesan moral untuk selalu menjaga alam dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Salut untuk Khikanza. (BP/ KM)*
