Di hadap gedung tempat nasib dibicarakan
Bukan batu dan tiang yang jadi ukuran
Tapi derap langkah serta jeritan rakyat
Yang menanti janji tak sekadar ucapan
Pemerintah harus duduk setara warganya
Dengarkan keluh yang tersimpan lama
Beban hidup makin terasa beratnya
Tak cukup janji yang terbang begitu saja
Dengarlah baik-baik apa yang terucap
Bukan sekadar mendengar lalu dilupakan
Rumuskan jalan yang benar dan terarah
Agar keadilan tak hanya jadi nama
Sebaik-baiknya aturan yang ditetapkan
Seadil-adilnya bagi yang membutuhkan
Bukan berpihak pada segelintir golongan
Tapi menopang hidup seluruh warga negeri
Tangga megah ini bukan untuk dipandang
Melainkan tempat membawa aspirasi
Jangan biarkan kosong tanpa makna
Hanya jadi lambang tanpa bukti nyata
Rakyat memberi amanah penuh keyakinan
Menaruh harap pada tangan yang memimpin
Jangan dikhianati dengan sikap pilih kasih
Karena kedaulatan ada di tangan mereka
Kebijakan yang dibuat harus terasa
Meringankan beban, memberi ruang bernapas
Bukan tambah beban yang makin menekan
Hingga kepercayaan runtuh perlahan
Dengar, rumuskan, lalu laksanakan nyata
Jangan berhenti hanya sampai kata-kata
Hasilnya harus terasa di rumah tangga
Bagi petani, buruh, dan rakyat biasa
Negara berdiri tegak bukan karena gedung
Melainkan warganya yang hidup makmur
Pemimpin sejati adalah yang mengabdi
Bukan yang berkuasa hanya untuk diri
Jangan anggap suara ini sekadar keluhan
Ia adalah cermin keadaan yang nyata
Jika didengar, negeri makin kokoh berdiri
Jika diabaikan, retaklah persatuan
Di bawah atap yang sama kita tinggal
Berbagi nasib, satu tujuan bangsa
Maka jadikan keadilan hukum tertinggi
Penopang kokoh bagi seluruh anak negeri
Inilah pesan yang terucap lantang
Dari rakyat yang setia menjaga tanah air
Pimpinlah dengan adil, jalankan dengan tegas
Agar masa depan negeri tetap terjaga
lndonesia,20 Juni 2026












