Penulis: Meilanto
“Pengumuman. Dibuka pendaftaran bagi siswa yang berminat bergabung di tim nasyid Gema Istiqomah. Silakan hubungi Kak Memet di kelas 2 IPA 1 pada jam salat zuhur di musala!” Demikian isi brosur yang ditempel di papan majalah dinding musala At Taqwa. Brosur dengan gaya tulisan bersambung itu dilengkapi dengan foto tim nasyid Gema Istiqomah saat manggung dalam sebuah acara. Foto dengan anggota tim nasyid berkostum putih berkopiah rajut itu sangat anggun.
Masa sekolah putih abu-abu harus ditempuh Hadi jauh dari orang tua. la harus menuntut ilmu jauh dari kampung halaman karena SMA baru ada di ibu kota. Hal itu membuat Hadi menjadi anak kost. Sebagai anak kos, Hadi harus pintar membagi waktu, belajar, mengurus rumah kos, kegiatan ekstrakurikuler dan lain sebagainya. Bagi Hadi, puasa sunah Senin Kamis bukanlah hal yang asing baginya. Bukan karena taat dengan agama, tapi lebih tepat kepada penghematan pengeluaran. Jarak kos dengan sekolah tidak terlalu jauh, cukup dengan berjalan kaki sekitar 10 menit.
“Assalamu’alaikum kakak, salam kenal, saya Hadi. Dari kelas 1.6.” Hadi bersalaman dengan Kak Memet. Kak Memet sebagai ketua Rohis SMA Negeri 3 Pangkalpinang sekaligus ketua tim nasyid Gema lstiqomah.
“Wa’alaikumussalam. Salam kenal, Hadi,” jawab ketua Rohis itu dengan senyum mengembang.
“Nanti selesai zuhur, kakak tunggu di teras depan musala, ya!” sambung kak Memet lagi.
“Iya, kak!”
“Begini kak, saya tertarik bergabung ke dalam tim nasyid yang kakak pimpin!”
“Alhamdulillah, nanti kita coba latihan suara ya. Kira-kira suara kamu pasnya dibagian apa?”
“Kalau boleh tahu, latihan nasyidnya kapan kak?”
“Jumat, pukul 13.30 di musala ini,” sambung kak Memet lagi.
“Dari suaramu, sepertinya kamu lebih cocok menjadi vokalis,” timpal Susilawan yang saat itu berada di samping Memet.
Sesuai dengan janji, Hadi berangkat ke SMA. Lebih tepatnya ke musala. Dengan berpakaian baju muslim, dan celana hitam, ia semangat untuk memulai Latihan nasyid.
“Bagaimana, bisa kita tes suara?” tanya kak Memet.
Dalam latihan pertama itu, hadir 12 orang dari kelas yang berbeda-beda walaupun masih satu Angkatan. Memang, rekrutmen anggota baru sebagai ajang mencari bibit baru untuk meneruskan keaktifan tim nasyid Gema Istiqomah SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Tim Nasyid itu diberi nama Gema Istiqomah dengan harapan bahwa, Generasi muda yang tergabung dalam tim nasyid itu bisa istiqomah menyalurkan bakat seni suara dalam bidang lagu bernuansa religi. Anggota timnya sudah silih berganti. Begitu juga dengan prestasi. Keberadaan tim nasyid Gema Istiqomah menambah deretan panjang ekstrakurikuler dan tentunya prestasi bagi SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Event-event PHBI menjadi ajang pembuktian hasil kerja keras tim dan pengurus lainnya.
“Baik kakak-kakak dan adik-adik calon anggota tim nasyid, setelah kami, para pengurus melakukan diskusi dengan memperhatikan jenis suara, maka tim nasyid ini akan kami bentuk menjadi dua. Tim nasyid pertama tetap kami beri nama Gema Istiqomah sedangkan tim yang kedua dengan nama yang sama dan ditambah kata “junior” diakhir sehingga menjadi Tim nasyid Gema Istiqomah Junior. Tujuannya supaya ada kader penerus kami. Adapun komposisi anggota, Hadi dan Bambang kami tarik ke tim inti mengingat dua anggota sudah mengundurkan diri karena banyak kesibukan. Sementara itu yang lainnya tetap satu tim di tim nasyid Gema Istiqomah Junior.” Kak Memet memberikan arahan panjang lebar terkait hasil seleksi kecil yang mereka lakukan.
“Alhamdulillah, terima kasih, kakak-kakak!” jawab para peserta hampir bersamaan.
Tim nasyid adalah sarana seni suara yang bernuansa lagu-lagu religi. Di tempat lain, munculnya tim nasyid seperti cawan di musim hujan yang turut meramaikan blantika musik di Indonesia bergenre religi walaupun ada tim nasyid dari Malaysia. Ada Snada, The Fikr, The Zikr, Raihan, Hijjaz, Hawari, Izzatul Islam, Justice Voice, Seismic, Tazakka, Gradasi, Fatih, Saujana, dan lain sebagainya. Tim-tim nasyid itu dengan aliran berbeda dengan tujuan tetap menyampaikan hal kebaikan terutama dakwah.
Musala menjadi basecamp mereka. Di tempat itu selain latihan nasyid, juga digunakan untuk pengajian yang dilakukan oleh anggota Rohis. Musala benar-benar menjadi tempat mereka bertukar pikiran, bahkan tidak jarang tempat mereka belajar dan mabit jika malam minggu hendak manggung.
Tim nasyid Gema Istiqomah dan Gema Istiqomah Junior latihan setiap Jumat siang. Jika menjelang event perlombaan, latihan lebih diintensifkan. Dipandu oleh para alumni tim nasyid yang sudah berpengalaman, dilengkapi dengan sarana dan prasarana dari sekolah yang memadai seperti gendang, tamborin, perangkat pengeras suara, tape recorder dan kostum. Selain mengikuti event perlombaan, tim nasyid juga sering manggung saat ada tamu-tamu yang datang ke sekolah. Selain itu, sering juga diundang dalam hajatan pernikahan. Tentunya ini menambah pemasukan uang kas bagi tim para anggota.
“Selama ini
Ku mencari-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci”
Lantunan suara Hadi yang membawakan lagu nasyid dari Snada yang berjudul Teman Sejati mendayu-dayu. Ditambah suara akapela dari anggota yang lain semakin membuat harmonisasi lagu yang dibawakan.
“Juara pertama jatuh kepada tim nasyid Gema Istiqomah dari SMA Negeri 3 Pangkalpinang.”
Para anggota sujud syukur. Mereka menjuarai perlombaan PHBI dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
“Kepada perwakilan tim nasyid, silakan naik ke panggung!”
Dengan langkah penuh percaya diri, Kak Memet sebagai ketua tim, naik ke panggung untuk menerima tropi, piagam dan uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Bapak Wali Kota Pangkalpinang.
“Alhamdulillah, tidak sia-sia latihan keras kita. Terima kasih semuanya.” Semua terharu. Rasa lelah latihan keras dibayar lunas.
“Hadi, suaramu keren,” ujar Kak Bambang sambil memberikan gestur jempol.
“Terima kasih kak, ini berkat latihan keras kita!”
Hadi bangga walaupun ia dari kampung bisa memberikan prestasi terbaik bagi sekolahnya melalui tim nasyid Gema Istiqomah.
Kenangan putih abu-abu itu kini masih lekat dalam ingatan Hadi. la yang selalu berusaha keras bersama timnya, sehingga saat itu mereka dipanggil oleh teman-temannya dengan panggilan Anak Musala. (BP / KM)*
Catatan : Cerpen ini telah dibukukan dalam antologi cerpen Cerita Kita Saat SMA yang diterbitkan oleh Filomedia Pustaka.












